Israel Mencegah Komisioner Uni Eropa Memasuki Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i181334-israel_mencegah_komisioner_uni_eropa_memasuki_gaza
Pars Today - Rezim Zionis Israel kembali membatasi akses lembaga internasional ke wilayah krisis Gaza dengan mencegah masuknya Komisioner Uni Eropa, sehingga menghalangi publikasi dampak kejahatannya di Gaza.
(last modified 2025-11-30T07:43:16+00:00 )
Nov 30, 2025 14:41 Asia/Jakarta
  • Hadja Lahbib, Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Kesetaraan dan Manajemen Krisis
    Hadja Lahbib, Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Kesetaraan dan Manajemen Krisis

Pars Today - Rezim Zionis Israel kembali membatasi akses lembaga internasional ke wilayah krisis Gaza dengan mencegah masuknya Komisioner Uni Eropa, sehingga menghalangi publikasi dampak kejahatannya di Gaza.

Menurut laporan IRNA pada hari Minggu (30/11/2025) yang mengutip Al Jazeera, rezim Israel pada hari Jumat (28/11) mencegah masuknya Hadja Lahbib, Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Kesetaraan dan Manajemen Krisis, ke Jalur Gaza.

Lahbib, yang dalam perjalanannya ke Mesir berencana masuk Gaza melalui perlintasan Rafah, menyatakan bahwa Tel Aviv menolak permintaannya untuk melewati perbatasan.

Di perbatasan Rafah, ia menyampaikan rasa kecewa atas tindakan rezim Zionis itu, “Saya ingin melihat situasi secara langsung, tetapi Israel menghalangi.”

Ia juga menyinggung krisis kemanusiaan dan menambahkan bahwa sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober, 347 warga Palestina termasuk 67 anak telah terbunuh.

Komisioner Uni Eropa menggambarkan kondisi Gaza sebagai “kuburan ribuan warga sipil” termasuk para relawan, dan menyebut sekitar 600 relawan tewas saat berusaha menyelamatkan nyawa manusia di salah satu tempat paling berbahaya di dunia.

Ia menambahkan bahwa ribuan keluarga di Gaza hidup di antara reruntuhan tanpa tempat tinggal atau perlindungan dari dinginnya musim dingin yang akan datang, serta memperingatkan bahwa para ahli memprediksi musim dingin yang sangat buruk.

Lahbib kembali menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata dan mematuhi hukum internasional sebagai satu-satunya cara untuk melindungi warga sipil.

Ia juga mencatat bahwa sebagian bantuan telah sampai ke warga Palestina di Gaza, tetapi jumlahnya tidak cukup, dan menekankan perlunya membuka semua perlintasan.

Tindakan rezim Zionis ini terjadi sementara Uni Eropa berulang kali menyerukan akses bebas bagi lembaga internasional ke Gaza untuk menilai kondisi kemanusiaan.(sl)