PBB Khawatirkan Kondisi Aktivis HAM di Penjara Arab Saudi
Pelapor Khusus PBB Urusan Hak Asasi Manusia menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi seorang aktivis HAM Arab Saudi yang saat ini mendekam di penjara negara itu.
Pemerintah Arab Saudi, terutama setelah putra mahkota negara ini, Mohammed bin Salman mengambil tindakan keras terhadap penulis dan aktivis sipil serta membunuh, dan memnjarakan para ulama, pangeran, penulis, penyair dan aktivis sipil dan agama dengan dalih subversif.
Dr. Mohammad Fahad Al-Qahtani, seorang profesor ekonomi dan aktivis politik Saudi, sekaligus salah satu anggota pendiri "Asosiasi Hak Politik dan Hak Sipil Arab Saudi" (ACRA), yang ditangkap pada Maret 2013, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
Menurut jaringan Al-Mayadeen, Marie Lawlor, pelapor khusus PBB Urusan HAM hari Rabu (9/11/2022) mengatakan, "Mohammed al-Qahtani, seorang aktivis hak asasi manusia Saudi ditahan, saat ini jauh dari kontak dengan dunia luar, dan keluarganya tidak memiliki informasi mengenai kondisinya.
Pelapor Khusus PBB meminta pihak berwenang Saudi untuk memberi tahu keluarganya tentang lokasi penahanan Al-Qahtani, serta mengizinkan mereka mengunjunginya dan diberikan akses pengacara.
Pihak berwenang Saudi tidak mempublikasikan statistik resmi tentang jumlah tahanan politik dan hak asasi manusia di negara ini. Tetapi organisasi hak asasi manusia internasional telah melaporkan jumlah tahanan politik di Arab Saudi sekitar 30.000 orang, yang berada dalam kondisi sulit, termasuk menghadapi penyiksaan dan penganiayaan.(PH)