Kecam Aksi Zionis, PBB Sahkan Resolusi Tumpahan Minyak Lebanon
Komisi Kedua Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi berjudul "Noda minyak Lebanon" yang mengutuk serangan rezim Zionis terhadap cadangan minyak Lebanon di tahun 2006, dan menuntut kompensasinya.
Resolusi tumpahan minyak Lebanon mengingatkan serangan rezim Zionis terhadap cadangan minyak Lebanon pada tahun 2006, yang menyebabkan pelepasan tumpahan minyak besar di pantai Lebanon dan memicu kerusakan sebesar senilai 4,856 juta dolar di wilayah itu.
PBB dalam resolusi ini yang disetujuai hari Sabtu (12/11/2022) tidak hanya meminta rezim Zionis bertanggung jawab atas aksinya dengan memberikan kompensasi atas kerusakan yang disebabkan aksinya ke Lebanon dan negara-negara lain yang terkena dampak insiden ini, termasuk Suriah.
Resolusi ini disetujui oleh komisi kedua Majelis Umum PBB dengan 150 suara mendukung, 8 suara menentang dan 5 abstain.
Selain rezim Zionis yang memberikan suara menentang resolusi ini, para pendukungnya seperti: Amerika Serikat, Australia, Kanada, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru dan Palau juga memberikan suara menentang resolusi tersebut.
Amerika Serikat, yang selalu menjadi pendukung rezim Zionis, menganggap pemungutan suara tahunan atas resolusi ini tidak adil dan menyebabkan melemahnya perdamaian, dan meminta negara-negara lain untuk memberikan suara menentang resolusi ini.
Selain, AS dan rezim Zionis, hanya enam negara yang bergabung dengan mereka dalam memberikan suara menentang resolusi ini.
Lima negara yang abstain dalam pemungutan suara resolusi anti-Zionis ini di Komisi Kedua Majelis Umum PBB adalah Burundi, Kamerun, Guatemala, Rwanda, dan Sudan Selatan.(PH)