Hamas Kecam Gugurnya Tawanan Palestina di Penjara Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i139504-hamas_kecam_gugurnya_tawanan_palestina_di_penjara_israel
Hamas merespon gugurnya salah satu tawanan Palestina di penjara rezim Zionis dan mengecam keras.
(last modified 2025-11-30T14:38:07+00:00 )
Feb 10, 2023 20:16 Asia/Jakarta
  • Abdel Latif Al-Qanou, juru bicara Hamas
    Abdel Latif Al-Qanou, juru bicara Hamas

Hamas merespon gugurnya salah satu tawanan Palestina di penjara rezim Zionis dan mengecam keras.

Ahmad Abu Ali, tawanan Palestina berusia 48 tahun, Jumat (10/2/2023) pagi dilaporkan gugur di penjara Negev.

Tawanan Palestina ini adalah warga distrik Yata di al-Khalil, dan gugur karena kelalaian dan ketidakpedulian sipir penjara serta tidak mendapat layanan kesehatan.

Departemen urusan tawanan Palestina menilai tanggung jawab kejahatan baru ini berada di pundak Israel, dan menekankan bahwa lembaga penjara Israel lalai memindahkan tawanan Palestina yang dalam kondisi kritis tersebut ke rumah sakit.

Sekaitan dengan ini, dan menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Abdel Latif Al-Qanou, juru bicara Hamas seraya mengecam gugurnya tawanan Palestina, Ahmad Abu Ali di penjara Zionis menekankan bahwa gugurnya tawanan ini akibat kebijakan pengabaian layanan kesehatan adalah sebuah kejahatan alin Zionis yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia (HAM).

Ia menjelaskan bahwa dengan gugurnya tawanan Palestina ini, jumlah syuhada tawanan di penjara Zionis mencapai 235 orang dan ini menunjukkan puncak kejahatan dan kebengisan musuh Zionis dalam berintraksi dengan tawanan khususnya mereka yang sakit dan manula.

Jubir Hamas menyeru seluruh lembaga hukum dan kemanusiaan internasional mengakhiri kebungkaman mereka dan segera terlibat untuk menyelamatkan nyawa tawanan Palestina yang setiap saat terancam meninggal karena pendekatan pengabaian oleh penjara Israel.

Selain itu, menyusul gugurnya tawanan ini, Gerakan Tawanan Palestina di seluruh penjara Zionis mengumumkan berkabung umum dan menekankan bahwa mereka akan melakukan aksi protes besar-besaran. (MF)