Yaman Minta AS Buktikan Klaimnya Dukung Perdamaian
-
Menlu Yaman Hisham Sharaf
Menanggapi statemen pejabat Amerika Serikat terkait perdamaian di Yaman, Menteri Luar Negeri Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman mengatakan, Washington harus membuktikan klaimnya secara praktis dengan tindakan nyata.
Hisham Sharaf, Rabu (5/4/2023) menuturkan, "Statemen pejabat AS tidak sejalan dengan tindakan nyata negara itu, pasalnya Washington telah menciptakan pelindung bagi negara-negara yang menyerang Yaman."
Ia menambahkan, "Dengan statemen ini, AS dari satu sisi berusaha menampilkan diri sebagai simbol perdamaian, dan di sisi lain berusaha lari dari tanggung jawab sebagai negara yang terlibat dalam agresi dan blokade Yaman, langkah yang telah menciptakan krisis kemausiaan terbesar dalam sejarah manusia kontemporer."
Menlu Yaman menjelaskan, "Kejujuran negara-negara ini terkait upaya mewujudkan perdamaian di Yaman, akan terbukti ketika mereka mengecam serangan Koalisi Arab Saudi ke Yaman, dan blokade yang telah berlangsung sembilan tahun, serta menghentikan pengiriman senjata dan pakar militer ke negara-negara yang menyerang Yaman."
Selain itu, imbuhnya, negara-negara ini juga harus melakukan tekanan supaya terjadi kemajuan dalam masalah kemanusiaan terutama dalam masalah pembayaran gaji, dan pembukaan kembali bandara Sanaa, serta pelabuhan Al Hudaydah.
"Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman memiliki kemampuan untuk merebut hak-haknya secara legal, jika jalan damai gagal," pungkas Hisham Sharaf. (HS)