Ulama Palestina: Perlucutan Senjata Hizbullah Rugikan Palestina
Juru Bicara Dewan Ulama Palestina di Lebanon menilai upaya melucuti senjata gerakan perlawanan Islam Lebanon adalah konspirasi anti-Palestina.
Kantor berita Rasa (10/7) melaporkan, Syeikh Mohammad Saleh Al Moeid, Jubir Dewan Ulama Palestina di Lebanon menyebut senjata Hizbullah sebagai faktor kehormatan umat Islam dan pencegah kejahatan rezim Zionis Israel.
Ia menambahkan, rudal-rudal Hizbullah dalam perang tahun 2006, perlawanan Palestina di tahun 2008 dan 2012, juga gerakan Jihad Islam Palestina di tahun 2014, membuktikan urgensi senjata bagi kelompok perlawanan untuk membebaskan total Palestina dan Lebanon.
Syeikh Al Moeid menilai gencatan senjata sebagai bukti terbaik pentingnya senjata dan kesiapan pasukan perlawanan.
Ia menjelaskan, siapapun yang ingin melucuti senjata Hizbullah dan gerakan perlawanan Palestina, berarti sedang merancang konspirasi anti-Palestina dan Masjid Al Aqsa dan mereka tidak ingin para pengungsi Palestina pulang ke tanah airnya.
Menurut Syeikh Al Moeid, dukungan terhadap gerakan perlawanan menunjukkan ketakwaan pada Tuhan dan menuturkan, Zionis dan Takfiri Daesh sedang merancang konspirasi terhadap seluruh nilai agama dan akhlak.
Jubir Dewan Ulama Palestina di Lebanon menerangkan, setelah berlalu lebih dari 23 tahun, perundingan tetap tidak membuahkan hasil.
Ia juga menyesalkan diamnya sebagian ulama Islam, Dewan Keamanan PBB, Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam, OKI dalam menyikapi serangan-serangan kontinu Zionis terhadap Masjid Al Aqsa. (HS)