Media Zionis Akui Militer Israel Tidak Berkutik Hadapi Hizbullah
Media Zionis mengakui ketidakefektifan pasukan Israel dalam menghadapi Hizbullah Lebanon.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menarik garis perbatasan yang dikenal sebagai "Garis Biru" pada tahun 2000 antara Lebanon dan rezim Zionis.
Garis ini tidak persis sesuai dengan perbatasan resmi dan rezim Zionis telah mencoba melanggarnya berkali-kali. Pada saat yang sama, pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNIFIL juga ditempatkan di sepanjang bahaya ini.
Media Zionis baru-baru ini mengklaim bahwa pasukan Hizbullah telah mendirikan tenda sedalam 30 meter di Palestina pendudukan, yang terletak di perbatasan keduanya, dan pasukan Rizwan ditempatkan di tenda tersebut.
Jaringan al-Mayadeen melaporkan bahwa media Zionis hari Minggu (13/8/2023) mengumumkan bahwa angkatan udara Israel tidak efektif dan tidak dapat mengambil tindakan apapun terhadap Hizbullah Lebanon.
Pada saat yang sama, komandan perang rezim Zionis mengumumkan bahwa pasukan Israel tidak memiliki persyaratan yang diperlukan untuk melancarkan konflik militer dengan Hizbullah Lebanon di perbatasan utara wilayah pendudukan.
Saluran 14 TV rezim Zionis melaporkan bahwa Kementerian Perang Israel telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan ketegangan dan memburuknya situasi keamanan di perbatasan utara, karena perubahan sosial dan politik internal di Israel, yang dianggap Hizbullah sebagai kelemahan utama rezim Zionis dan kesempatan untuk menyerangnya.
Radio militer Zionis mengutip beberapa sumber keamanan yang mengatakan bahwa tenda Hizbullah bukanlah ancaman keamanan, dan pihaknya tidak akan mengambil tindakan yang tidak perlu.(PH)