Kekuatan Militer Israel Lemah Hadapi Poros Perlawanan
Poros perlawanan pada peringatan kemenangan Hizbullah Lebanon dalam perang 33 hari melawan rezim Zionis berada di puncak kekuatan dan kemampuannya dengan dukungan rakyat negara-negara kawasan.
Pada peringatan kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari melawan rezim Zionis, Mohsen Saleh, penulis dan pakar Lebanon dalam sebuah wawancara dengan reporter Iran press di Beirut hari Senin (14/8/2023) mengatakan bahwa militer rezim Zionis mengalami dalam pertempuran melawan Hizbullah Lebanon.
Pakar Lebanon ini menekankan bahwa kekuatan militer dan rudal rezim Israel runtuh menghadapi kubu perlawanan. Mohsen Saleh menegaskan posisi poros perlawanan tumbuh dan berkembang, serta mendapat dukungan rakyat dan tidak akan terkalahkan oleh kekuatan manapun di dunia.
Mohsen Saleh menyatakan bahwa rezim Zionis telah mengalami kekalahan melawan Hizbullah Lebanon dan kemenangan perlawanan telah menciptakan babak baru dalam sejarah masyarakat d kawasan.
Penulis Lebanon ini menilai kemenangan dan kekuatan perlawanan telah menyebabkan rezim Zionis menarik diri dari berbagai kawasan Arab, termasuk Golan dan Lebanon Selatan.
Pakar politik ini menegaskan bahwa poros perlawanan dari Lebanon hingga Palestina dan Suriah telah menjadi sumber kebanggaan dan kebesaran bangsa Arab dan Islam, serta membawa mereka pada pembebasan dari dikte Barat.
Ali Hamieh, seorang pakar urusan strategis Lebanon dalam sebuah wawancara dengan Iranpress menekankan bahwa Hizbullah Lebanon mampu mengalahkan rezim pendudukan Zionis dalam perang 33 hari.
Pakar Lebanon ini menegaskan bahwa Hizbullah Lebanon telah membuat kekuatan militer rezim Israel tidak efektif dalam perang 33 hari dan menjadi target rudal perlawanan Lebanon.(PH)