Hizbullah: Kami Siaga Berperang Melawan Israel
Mohammad Yazbek, Kepala Dewan Syariat Hizbullah Lebanon menegaskan kesiapannya menghadapi rezim Zionis dan mengatakan bahwa pertahanan dan kekuatan militer perlawanan adalah alat paling penting untuk melawan Israel.
Mohammad Yazbek dalam statemen yang disampaikan hari Minggu (20/8/2023) mengatakan, "Senjata ini digunakan untuk menghadapi musuh, dan senjata inilah yang memungkinkan kami melindungi minyak Lebanon dari jarahan rezim Zionis dan menentukan perbatasan laut,".
"Kami menghendaki Lebanon yang kuat dan terhormat. Itulah mengapa kami mengulurkan tangan kepada semua orang Lebanon," ujar Yazbek.
"Perlawanan bersama tentara menjadi benteng yang kuat untuk negara ini. Jika bukan karena syuhada dan perlawanan, kita tidak akan pernah bisa menentukan batas laut, dan masuknya kapal pengeboran minyak dan gas ke kawasan Blok 9 di perairan pesisir Lebanon menghadapi ancaman ladang minyak Karish oleh rezim Zionis," tegasnya.
Ehab Hamadeh, anggota faksi yang setia pada perlawanan di parlemen Lebanon dalam pidatonya menekankan bahwa perlawanan tidak hanya mengubah perimbangan kekuatan di tingkat Lebanon dan kawasan, tetapi telah menjadi pemain utama dalam peta dunia.
"Persamaan baru telah dibuat di tingkat regional dan global," paparnya.
Pada kesempatan peringatan 17 tahun kemenangan 33 hari Hizbullah atas rezim Zionis, Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, mengancam otoritas Israel, dengan mengatakan,"Jika terjadi serangan terhadap Lebanon, maka Israel akan kembali ke Zaman Batu,".(PH)