Media AS Bongkar Rincian Baru Agresi Militer Israel di Gaza
Media Amerika Serikat, CNN mengungkapkan rincian baru serangan militer rezim Zionis di Jalur Gaza.
CNN hari Minggu (24/12/2023) mengungkapkan bahwa rezim Zionis menggunakan bom seberat 2.000 pond dalam serangannya di Jalur Gaza, yang lebih berat empat kali lipat dibandingkan bom yang digunakan Amerika Serikat di kota Mosul Irak untuk melawan kelompok teroris Daesh.
Rezim Zionis dengan dukungan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat melancarkan pembantaian besar-besaran di Jalur Gaza dan Tepi Barat terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya dan tertindas.
Pada tanggal 7 Oktober 2023, kelompok perlawanan Palestina melancarkan operasi Badai Al-Aqsa dari Gaza melawan posisi rezim Israel, dan akhirnya, setelah 45 hari pertempuran dan pertempuran, pada 24 November 2023 dicapai gencatan senjata sementara selama empat hari untuk pertukaran tahanan antara Hamas dan rezim Zionis.
Jeda perang ini berlanjut selama tujuh hari dan akhirnya pada Jumat pagi, 1 Desember 2023 gencatan senjata sementara berakhir dan rezim Israel kembali melancarkan serangan terhadap Gaza.
Sejak dimulainya serangan rezim Zionis di Jalur Gaza, 20.258 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak gugur, dan 53.688 warga Palestina terluka.(PH)