Serangan Israel Menjelang Tahun Baru 2024
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i160112-serangan_israel_menjelang_tahun_baru_2024
Agresi milier rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza berlanjut, bahkan sebelum pergantian tahun, mereka mengebom sejumlah tempat termasuk al-Maghazi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 01, 2024 17:32 Asia/Jakarta

Agresi milier rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza berlanjut, bahkan sebelum pergantian tahun, mereka mengebom sejumlah tempat termasuk al-Maghazi.

Serangan Israel ke kamp pengungsi al-Maghazi, Gaza tengah telah menghancurkan sejumlah rumah dan bangunan.

Tampak seorang gadis terluka akibat pemboman Israel ke kamp pengungsi al-Maghazi.

Warga Palestina juga menyelamatkan anak-anak dari puing-puing rumah yang hancur di Gaza pada hari Senin (1/1/2024).

Seorang warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka setelah pemboman sebuah rumah di kota Khan Younis.

Korban luka telah tiba di Rumah Sakit Naser setelah serangan udara Israel di kota Khan Younis pada hari Minggu.

Seorang anak kecil kehilangan orang tuanya, dan istri pamannya kehilangan anak-anaknya, sehingga dia sekarang merawat anak kecil itu.

Menurut kantor berita Sama, Kemenkes Palestina mengumumkan bahwa 21.672 warga Palestina gugur dan 56.165 orang terluka dalam serangan brutal Israel.

"Selama 24 jam terakhir, pasukan pendudukan Israel telah melakukan 14 pembantaian baru di berbagai wilayah di Jalur Gaza, yang mengakibatkan 165 orang gugur dan 250 orang terluka," kata pernyataan Kemenkes Palestina pada hari Sabtu (30/12/2023).

Menurut pernyataan ini, 70% korban serangan Zionis adalah perempuan dan anak-anak. 312 tenaga medis juga gugur syahid akibat serangan Israel.

Militer Israel dengan sengaja menyerang 142 pusat kesehatan dan menutup 23 rumah sakit dan 53 pusat kesehatan.

Kemenkes Palestina memperingatkan risiko kelaparan bagi 1,9 juta pengungsi yang membutuhkan air, makanan dan obat-obatan.

"50.000 wanita hamil yang berlindung di pusat-pusat penampungan menderita kekurangan gizi dan lebih dari 900 ribu anak-anak menderita flu yang parah, dan mereka menghadapi kelaparan," pungkas pernyataan tersebut.

Agresi militer rezim Zionis ke Gaza menuai kecaman luas masyarakat dunia dan kawasan, namun sejauh ini organisasi-organisasi internasional, termasuk PBB, belum mampu menghentikan serangan Israel. (RA)