Serangan Udara Rezim Zionis Bombardir Gaza Selatan
Pasukan rezim Zionis terus melanjutkan serangan militer terhadap wilayah selatan Jalur Gaza.
Jet-jet tempur rezim Zionis hari Jumat (12/1/2024) mengebom kawasan sekitar pemukiman pengungsi Palestina di sebelah timur penyeberangan Rafah, selatan Jalur Gaza, yang menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, termasuk beberapa anak-anak.

Sehari sebelumnya, jet-jet tempur rezim Zionis menyerang sebuah gedung di depan gerbang rumah sakit al-Aqsa di kota Deir al-Balah, Jalur Gaza.
Sejumlah warga Palestina gugur, dan banyak lainnya terluka, yang sebagian besar adalah anak-anak. Mereka adalah korban serangan udara rezim Zionis di sebuah rumah di Khan Younis, Gaza selatan.
Anggota keluarga Arjani, terutama anak-anak juga gugur dalam serangan udara Angkatan Udara Israel di kota Rafah, Gaza selatan pada hari Kamis.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah syuhada akibat agresi militer rezim Zionis di berbagai wilayah Jalur Gaza meningkat menjadi 23.708 syuhada, dan jumlah korban luka meningkat menjadi 60.500 orang
70 persen korban serangan Zionis adalah perempuan dan anak-anak.
Sebanyak 312 tenaga medis juga gugur syahid akibat serangan Israel.
Selain itu, 106 jurnalis juga menjadi korban serangan brutal militer rezim Zionis.
Militer Israel secara sengaja menyerang 142 pusat kesehatan dan menutup 23 rumah sakit dan 53 pusat kesehatan.
Kemenkes Palestina memperingatkan risiko kelaparan bagi 1,9 juta pengungsi yang membutuhkan air, makanan dan obat-obatan.
Berlanjutnya agresi militer rezim Zionis di Gaza berlangsung di saat Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda memulai sidang pertama pengaduan Afrika Selatan terhadap rezim Zionis atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.(PH)