Netanyahu Perintahkan Pengosongan Rafah
Perdana Menteri Rezim Zionis, Benjamin Netanyahu melanjutkan kejahatannya di Gaza dengan memerintahkan tentara Zionis untuk menjalankan skenario pengosongan kota Rafah dari orang-orang Palestina.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis telah memerintahkan tentaranya untuk menjalankan dua skenario pengosongan Rafah dari warga sipil Palestina dan upaya menumpas pasukan Hamas yang masih tersisa di Gaza.

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa serangan terhadap kota padat penduduk di Rafah yang menjadi tempat lebih dari separuh penduduk Jalur Gaza yang mengungsi sejak dimulainya serangan rezim Zionis, akan membawa bencana besar.
Beberapa jam setelah perintah Netanyahu dikeluarkan untuk mengosongkan Rafah, tentara rezim Zionis semakin agresif menyerang warga sipil Palestina dengan membunuh 18 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai ratusan orang lainnya.

Mahmoud Abbas, Kepala Otoritas Palestina memandang plot penyerangan Rafah sebagai ancaman nyata, dengan mengatakan, "Ini adalah bagian dari rencana Netanyahu untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, dan tanggung jawab atas tindakan tersebut sepenuhnya berada di pundak rezim Zionis dan pemerintah Amerika, serta Dewan Keamanan PBB harus turun tangan segera,".
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan bahwa saat ini 1,4 juta warga Palestina berada di Rafah, dan serangan militer Israel terhadap Rafah akan menimbulkan konsekuensi bencana dan akan memperburuk situasi kemanusiaan dan korban sipil yang mengerikan.

Beberapa minggu yang lalu, Mahkamah Internasional mengumumkan keputusan awalnya mengenai gugatan Afrika Selatan terhadap Israel, dan meminta Israel untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna mencegah genosida di Gaza.(PH)