Presiden AS Blunder tentang Penetapan Garis Merah bagi Israel
Presiden Ameriak Serikat dalam pernyataan yang kontradiktif menyebut serangan Israel terhadap Rafah di wilayah selatan Gaza sebagai garis merah. Namun pada saat yang sama menegaskan akan terus mendukung rezim Zionis. dan membela rezim ini sangatlah penting.
Menanggapi pertanyaan reporter MSNBC tentang garis merah Washington untuk Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, Presiden AS Joe Biden hari Sabtu (9/3/2024) mengatakan, “Pertahanan Israel sangat penting dan tidak ada garis merah untuk berhenti mengirim senjata ke Israel,".
Menyinggung tewasnya lebih dari 30.000 warga Palestina akibat kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis, Biden mengungkapkan bahwa Israel tidak boleh mengorbankan 30.000 warga Palestina lagi sebagai akibat dari upaya mengejar Hamas. Oleh karena itu, Israel harus lebih memberikan perhatian terhadap nyawa orang tak bersalah akibat tindakannya.
Presiden Amerika Serikat menyatakan ingin mengunjungi wilayah pendudukan sekali lagi dan menyampaikan isu-isu terkait perang secara langsung kepada anggota Knesset.
Kejahatan yang dilakukan rezim Zionis dalam lima bulan terakhir menyebabkan otoritas Tel Aviv diseret ke Mahkamah Internasional dengan tuduhan genosida.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 30.960 orang gugur, dan 72.524 orang terluka dalam serangan genosida rezim Israel di Jalur Gaza. Dari jumlah ini, 72 persen korbannya adalah perempuan dan anak-anak Palestina.(PH)