Nasrullah: Perang 2006 Membuat Israel Sadar Akan Kekuatan Hizbullah
-
Sayyid Hassan Nasrullah
Sayyid Hassan Nasrullah, Sekjen Gerakan Muqawama Islam Lebanon Hizbullah, memuji kemenangan bersejarah Lebanon dalam perang melawan Israel pada 2006.
Sayyid Nasrullah mengemukakan hal itu pada Sabtu (13/8) dalam pidato televisi pada peringatan ulang tahun ke-10 kemenangan Lebanon melawan Israel dalam Perang 33 Hari tahun 2006.
Dikatakannya bahwa tujuan utama dari agresi Israel pada tahun 2006 adalah untuk menghancurkan kubu muqawama (resistensi) di Timur Tengah. Ditambahkannya bahwa Hizbullah terjun dalam perang dengan Israel untuk menjaga semangat perlawanan.
Menurutnya militer Israel mengalami guncangan hebat pasca perang 2006 dan mulai runtuh.
Sekjen Hizbullah menandaskan, setelah perang, para jenderal di militer Israel mulai saling menuduh melakukan banyak kesalahan.
Sayyid Nasrullah menilai perang 2006 juga menjadi titik awal keraguan para politisi Israel soal kemampuan militer Israel, dan mereka tidak lagi mempercayai laporan tentang kekuatan militer Zionis dalam laporan oleh para jenderal Israel.
Perang itu, menurut Sayyid Nasrullah, membuat rezim Israel mengenali kemampuan Hizbullah yang sesungguhnya dan bagaimana gerakan muqawama dapat menarget seluruh wilayah Palestina pendudukan.
Dia mengatakan setelah perang semua orang mulai bertanya tentang keberadaan rezim Tel Aviv.
"Sebelum perang pada bulan Juli itu, Israel berada dalam situasi yang sama sekali berbeda," kata Nasrallah seraya menambahkan bahwa hasil perang dan kekalahan Israel di hadapan Hizbullah nyaris mengubah semua perhitungan soal eksistensi Israel. (MZ)