Khatib Masjid al-Aqsa Kritik Penguasa Arab
Khatib Masjid al-Aqsa menilai para pemimpin Arab sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyerbuan rezim Zionis Israel ke Masjid al-Aqsa.
Shekh Ikrimah Sabri dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Mayadeen baru-baru ini mengkritik sikap para pemimpin Arab terkait agresi dan penyerbuan rezim Zionis ke Masjid al-Aqsa.
Ia mengatakan, penyerbuan ke Masjid al-Aqsa adalah sebuah langkah yang telah direncanakan, di mana langkah ini dilakukan ketika kekuatan-kekuatan besar dunia membuat lalai negara-negara Arab dengan isu Palestina dengan cara menciptakan persoalan internal di negara-negara Arab itu dengan dalih memerangi terorisme.
Sheikh Sabri lebih lanjut menekankan pentingnya tugas umat Islam untuk menindak kebijakan rezim penjajah Zionis yang berusaha memperluas Yahudisasi di Palestina.
Khatib Masjid al-Aqsa menjelaskan, rezim-rezim Arab seharusnya berusaha untuk menerapkan tekanan ekonomi dan politik terhadap rezim Zionis dan bukan justru normalisasi hubungan dengan rezim ini.
Departemen Luar Negeri Palestina dalam pernyataan pada Minggu (14/8/2016) menyebutkan, peningkatan serangan para pemukim distrik Zionis ke Masjid al-Aqsa memerlukan kebangkitan nyata umat Islam dan Arab, di mana kebangkitan ini akan menyebabkan pengambilan sikap praktis dan langkah untuk melindungi kesucian Islam.
Penyerbuan terhadap kiblat pertama umat Islam itu meningkat menyusul seruan dari kelompok-kelompok dan organisasi ekstrem Yahudi.
Tokoh-tokoh Palestina seperti Sheikh Kamal Khatib, Wakil Pemimpin Gerakan Islam Palestina dan Sheikh Najih Bekirat, Direktur Masjid al-Aqsa untuk Pendidikan Agama menuntut kehadiran luas warga Palesina di tempat suci ini. (RA)