Osama Hamdan: Perlawanan Terus Berlanjut hingga Kemerdekaan Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i180104-osama_hamdan_perlawanan_terus_berlanjut_hingga_kemerdekaan_palestina
Pars Today - Salah satu pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan pada hari Senin (11/11/2025), menekankan bahwa senjata perlawanan sebelum berdirinya negara Palestina adalah isu yang tidak dapat dinegosiasikan.
(last modified 2025-11-11T07:51:24+00:00 )
Nov 11, 2025 14:49 Asia/Jakarta
  • Osama Hamdan
    Osama Hamdan

Pars Today - Salah satu pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan pada hari Senin (11/11/2025), menekankan bahwa senjata perlawanan sebelum berdirinya negara Palestina adalah isu yang tidak dapat dinegosiasikan.

Menurutnya, Tujuan politik perlawanan akan tetap pada pembebasan tanah, pembentukan negara Palestina merdeka dengan Quds sebagai ibu kotanya, dan jaminan kembalinya para pengungsi.

Menurut laporan Pars Today, Osama Hamdan, seorang pemimpin terkemuka Hamas, dalam sebuah wawancara, menekankan bahwa senjata perlawanan sebelum berdirinya negara Palestina merdeka adalah isu yang tidak dapat dinegosiasikan, dan menganggap perjanjian gencatan senjata baru-baru ini di Gaza sebagai akhir dari agresi rezim Zionis dan awal dari aksi politik dan nasional Palestina.

Menurut Hamdan, perjanjian ini berbeda dari perjanjian-perjanjian sebelumnya karena menekankan gencatan senjata final dan mengandung tanda-tanda langkah menuju pengakuan hak Palestina untuk membentuk negara merdeka.

Pemimpin Hamas terkemuka itu menambahkan bahwa perundingan awal berfokus pada penghentian perang, pertukaran tahanan, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan penarikan pasukan pendudukan dari Gaza.

Tim perunding Hamas di Sharm El-Sheikh berfokus pada penghentian agresi musuh, dan menjadikan setiap diskusi politik yang lebih luas bergantung pada kesepakatan nasional Palestina.

Osama Hamdan mencatat bahwa keputusan mengenai kesepakatan ini dibuat setelah diskusi ekstensif dan dengan konsensus relatif di antara para pemimpin Hamas, dan bahwa kesepakatan awal telah dicapai mengenai pengelolaan Gaza pascaperang untuk membentuk komite dalam fase transisi, tetapi rinciannya masih dibahas di antara kelompok-kelompok Palestina.

Hamdan sekali lagi menekankan hak untuk melawan sebagai hak yang sah dan tidak dapat dicabut sebelum berdirinya negara Palestina, dan mengatakan bahwa setiap negosiasi mengenai senjata perlawanan harus dilakukan setelah berdirinya negara Palestina. Menurutnya, pengalaman masa lalu telah menunjukkan bahwa setiap upaya untuk melucuti senjata atau menarik hak-hak rakyat Palestina telah gagal.

Menyusul kegagalan rezim Israel dalam mencapai tujuan perangnya, gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan ditandatangani dengan Hamas Oktober lalu, tetapi rezim Zionis terus melanggar ketentuan perjanjian dan melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Gaza.(sl)