Hamas: Penindasan terhadap Tahanan Tak Akan Patahkan Tekad Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/world-i186020-hamas_penindasan_terhadap_tahanan_tak_akan_patahkan_tekad_perlawanan
Pars Today – Gerakan Hamas memperingatkan memburuknya kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis. Mereka menegaskan bahwa kebijakan penindasan tidak akan pernah membuat para tahanan menyerah.
(last modified 2026-02-24T04:40:13+00:00 )
Feb 24, 2026 11:39 Asia/Jakarta
  • Tahanan Palestina di penjara Zionis
    Tahanan Palestina di penjara Zionis

Pars Today – Gerakan Hamas memperingatkan memburuknya kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara rezim Zionis. Mereka menegaskan bahwa kebijakan penindasan tidak akan pernah membuat para tahanan menyerah.

Melaporkan dari IRNA, Selasa, 24 Februari 2026, Mahmoud Mardawi, salah satu pimpinan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Senin merespons meningkatnya tekanan dan perlakuan buruk terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, terutama di Penjara Naqab (Negev).

Ia menyatakan bahwa apa yang dialami para tahanan di penjara-penjara Israel, khususnya selama bulan Ramadan, merupakan bagian dari pendekatan agresif dan resmi rezim Zionis.

Mardawi merujuk pada perampasan air, makanan, dan layanan medis dari tahanan Palestina. Tindakan ini bertujuan mematahkan tekad para tahanan dan melemahkan ketahanan mereka. Namun, kebijakan represif ini tidak akan pernah membuat mereka menyerah. Sebaliknya, hal itu justru akan memperkuat keteguhan mereka.

Ia menegaskan bahwa para tahanan akan tetap menjadi "simbol martabat bangsa Palestina dan bukti nyata perlawanan".

Pimpinan Hamas ini juga menyeru warga Palestina di Tepi Barat, Quds, wilayah pendudukan 1948, dan semua orang merdeka untuk mengintensifkan aktivitas populer guna membantu para tahanan Palestina. Ia meminta mereka terus mengobarkan perlawanan di semua lini dan tidak meninggalkan para tahanan dalam situasi sulit ini.

Kantor Informasi Tahanan Palestina sebelumnya melaporkan situasi kritis tahanan di Penjara Naqab. Kelangkaan air dan makanan serta pengabaian layanan kesehatan mengancam nyawa banyak tahanan.

Sejumlah tahanan mengalami masalah kesehatan akut akibat kurangnya perawatan medis. Beberapa lainnya berada dalam kondisi mengkhawatirkan tanpa pengobatan yang memadai.

Klub Urusan Tahanan Palestina juga mengumumkan bahwa para tahanan dan korban luka di Penjara Ramlah berada dalam situasi sulit dan membutuhkan pemindahan segera ke rumah sakit.

Menurut lembaga ini, manajemen penjara menunda pengiriman tahanan ke pusat kesehatan sipil dan memulangkan mereka ke penjara sebelum proses perawatan selesai.(sl)