Bagaimana Netanyahu Bisa Terjerat di Pengadilan Rezim Zionis?
-
Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu
Pars Today - Sidang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan korupsi yang meluas telah digelar.
Menurut laporan Pars Today, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hadir di Pengadilan Pusat Tel Aviv pada hari Rabu untuk menjawab tuduhan korupsi terhadapnya dalam kasus yang dikenal sebagai "Kasus 4000", tetapi sebuah "pesan instan" menghentikan persidangan selama beberapa menit.
Tidak jelas apa isi pesan tersebut dan mengapa pesan itu menghentikan proses pengadilan, tetapi sidang-sidang Netanyahu baru-baru ini menunjukkan bahwa ia telah mengambil tindakan serupa untuk mengganggu proses persidangan atau meremehkan kasus yang diajukan terhadapnya dengan memprioritaskan tindakan lain selama persidangan.
Misalnya, dalam sidang pengadilan sebelumnya, video yang menunjukkan Netanyahu berjabat tangan dengan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay di ruang sidang dirilis di media. Tindakan ini menuai kritik tajam dari lawan-lawan Netanyahu. Setelah pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay, Yair Lapid, di pengadilan, pemimpin oposisi Israel itu menyebutnya sebagai "noda bagi Israel di seluruh dunia".
Netanyahu menghadapi berbagai kasus hukum, termasuk tuduhan korupsi, penyuapan, dan pelanggaran kepercayaan publik, yang dapat berujung pada hukuman penjara jika terbukti. Namun, ia belum mengaku bersalah atas tuduhan-tuduhan tersebut.
Dalam kasus "1000", Netanyahu dituduh menerima hadiah senilai 700.000 shekel dari Arnon Milchan, seorang produser Israel di Hollywood dan pengusaha kaya. Menurut jaksa Israel, ia menyalahgunakan kekuasaannya sebagai perdana menteri untuk mengamankan kepentingan bisnis pribadi Milchan dengan imbalan hadiah-hadiah mahal, termasuk alkohol dan rokok.
Dalam kasus "2000", Netanyahu dituduh berkolusi dengan Arnon Mozes, pemilik surat kabar terkenal Yediot Ahronoth, agar laporan dan berita positif tentang dirinya dan aktivitasnya dipublikasikan di koran ini, dan sebagai imbalannya, harian swasta Israel HaYom (saingan Yediot Ahronoth dan kritikus Netanyahu) akan ditekan oleh kabinet dan perdana menteri.
Selain itu, kasus "3000" berkaitan dengan pembelian tiga kapal selam dari Jerman, dan hal ini menimbulkan banyak kontroversi pada tahun 2016, dan beberapa anggota Knesset dan politisi Zionis mengkritik Netanyahu dengan keras karena kasus ini. Dalam kasus ini, Netanyahu telah menerima suap dari sebuah perusahaan Jerman untuk membeli kapal selam bagi Militer Israel, dan kualitas senjata itu bukanlah dasar pembelian dari mereka.
Sementara kasus "4000" berkaitan dengan masalah kolusi Perdana Menteri Israel dengan pemilik perusahaan telekomunikasi Bezeq. Perusahaan yang memiliki hak atas situs berita Valla dan, menurut laporan jaksa Israel, Netanyahu dituduh melakukan korupsi besar-besaran dalam kasus ini.
Dalam kasus ini, ia dituduh memberikan fasilitas keuangan senilai jutaan dolar kepada pemilik perusahaan, Shaul Elovitch, agar situs berita Valla dapat memberikan dukungan media kepada perdana menteri dan keluarganya.(sl)