Analisis pakar Zionis tentang kebuntuan opsi militer AS terhadap Iran
-
Danny Citrinowicz, analis Zionis urusan keamanan Asia Barat
Pars Today – Seorang analis keamanan rezim Zionis, sambil menyinggung capaian keamanan Tehran dalam mengendalikan kondisi dan menekan para perusuh, menyebut adanya keterbatasan Amerika Serikat untuk melakukan serangan militer besar terhadap Republik Islam Iran.
Danny Citrinowicz, analis Zionis urusan keamanan Asia Barat, dalam sebuah catatan berjudul “Mendekati Titik Balik Kritis tentang Iran” menulis bahwa Republik Islam Iran dalam beberapa minggu terakhir berhasil mencapai dua pencapaian penting: pertama, mengendalikan protes, dan kedua, melewati bahaya serangan militer Amerika yang dianggap akan segera terjadi.
Citrinowicz menekankan bahwa di Washington dua pendekatan yang saling bersaing sedang dipertimbangkan secara bersamaan: satu jalur yang dipimpin oleh Steve Witkoff, berupaya memanfaatkan situasi untuk mendorong negosiasi dan kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir; dan jalur lain yang masih mempertimbangkan opsi tindakan militer terhadap Iran. Namun, pertanyaan mendasar tetap belum terjawab, yaitu apa sebenarnya tujuan strategis Amerika dari setiap tindakan tersebut.
Menurut analis keamanan Asia Barat ini, kesempatan untuk memanfaatkan puncak protes guna menciptakan ketidakstabilan di Iran telah hilang, dan kini setiap serangan hanya akan bersifat simbolis, sekaligus meningkatkan risiko eskalasi ketegangan di kawasan.
Di sisi lain, setiap upaya serius untuk mengubah sistem pemerintahan Iran memerlukan kampanye militer besar dan berkepanjangan yang akan sangat mengancam stabilitas Asia Barat, serta menempatkan rezim Zionis dan sekutu-sekutu Amerika dalam posisi rentan terhadap respons keras Tehran.
Karena itu, pilihan Washington terbatas pada dua opsi yang sama‑sama tidak ideal: negosiasi di bawah tekanan atau tindakan militer yang sangat mahal. Penulis menyimpulkan bahwa selama Amerika belum mendefinisikan tujuan akhirnya secara jelas, tindakan militer yang bermakna terhadap Iran sangat tidak mungkin terjadi. (MF)