Penyerbuan Warga Zionis ke Masjid al-Aqsa Meningkat
Departemen Urusan Luar Negeri Palestina mengabarkan peningkatan penyerbuan warga Zionis ke Masjid al-Aqsa.
Menurut kantor berita Palestina, Wafa, Departemen Luar Negeri Palestina mengeluarkan sebuah pernyataan pada Minggu (21/8/2016) bertepatan dengan peringatan pembakaran Masjid al-Aqsa ke-47.
"Karena kebungkaman masyarakat internasional dan rezim-rezim Arab terhadap penghancuran rumah-rumah penduduk Palestina, pembangunan distrik baru Zionis dan pendudukan tanah Palestina, maka rakyat Palestina yang harus membayar biaya kebisuan ini dengan nyawa, harta dan properti mereka," kata pernyataan itu.
Deplu Palestina menegaskan, rakyat Palestina mewakili dunia Islam dalam perlawanannya menghadapi rezim Zionis Israel.
"Dalam kebisuan masyarakat dunia, warga distrik Zionis setiap hari menyerbu Masjid al-Aqsa dalam kerangka membagi tempat suci ini secara waktu dan tempat (lokasi)," imbuh pernyataan tersebut.
Deplu Palestina menjelaskan, kabinet ekstrem rezim Zionis mengejar tujuan-tujuan politiknya melalui operasi Yahudisasi wilayah timur Baitul Maqdis.
Sebelumnya, Deplu Palestina telah merespon penyerbuan luas warga distrik Zionis ke Masjid al-Aqsa dan menyerukan "mobilisasi semua sarana" untuk melindungi kiblat pertama umat Islam ini.
Pada 21 Agustus 1969, seorang warga Zionis membakar bagian dari Masjid al-Aqsa. Akibatnya, 200 meter persegi dari atap masjid ini rusak, kubah bersejarah di lima titik terbakar dan mimbar kuno berumur 800 tahunan musnah. (RA)