Middle East Monitor: Perang Iran Mengakhiri Karier Politik Netanyahu
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i186672-middle_east_monitor_perang_iran_mengakhiri_karier_politik_netanyahu
Pars Today – Situs Middle East Monitor dalam menganalisis agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis menulis, “Perang yang telah dipersiapkan Benjamin Netanyahu selama bertahun‑tahun kini berpotensi menimbulkan isolasi politik dan kegagalan strategis baginya
(last modified 2026-03-12T07:39:17+00:00 )
Mar 12, 2026 14:37 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu

Pars Today – Situs Middle East Monitor dalam menganalisis agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis menulis, “Perang yang telah dipersiapkan Benjamin Netanyahu selama bertahun‑tahun kini berpotensi menimbulkan isolasi politik dan kegagalan strategis baginya

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, analisis situs tersebut menyoroti perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv dan menulis, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, lebih memilih mencapai kesepakatan dengan Iran daripada melanjutkan perang panjang di Barat Asia.

Sesuai dengan analisis ini, Trump tidak menunjukkan keinginan mengerahkan pasukan darat ke kawasan atau terlibat dalam konflik berlarut‑larut dan ia tampaknya bersiap menahan aksi militer setelah memperoleh semacam perjanjian atau mengumumkan kemenangan politik, langkah yang dapat menempatkan Israel pada posisi lebih sulit.

Middle East Monitor juga menekankan kemampuan militer Iran dan menulis, “Negara ini, selain kekuatan konvensional, juga memiliki jaringan sekutu regional, keunggulan drone, serta perang asimetris. Semua faktor tersebut dapat menjadi penentu dalam perang berkepanjangan.

Analisis tersebut memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memperpanjang dan memperberat biaya perang bagi Israel, sekaligus menambah tekanan politik dan ekonomi domestik.

Di akhir tulisan, Middle East Monitor menyimpulkan bahwa apa yang semula direncanakan sebagai pencapaian strategis Netanyahu berpotensi berubah menjadi tantangan politik terbesar dalam masa jabatannya, bahkan dapat menandai berakhirnya karier politiknya.(sl)