Netanyahu: “Kami Mengalami Malam yang Sulit”
-
Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu
Pars Today ‑ Perdana Menteri Rezim Zionis menanggapi serangan rudal Iran ke selatan Wilayah Pendudukan.
Menurut laporan Pars Today, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis, menyatakan bahwa rezimnya mengalami malam yang sangat sulit akibat serangan rudal Iran ke selatan Wilayah Pendudukan.
Sebelumnya, jaringan televisi Channel 14 milik rezim Zionis melaporkan bahwa kabinet rezim Israel mengadakan rapat darurat melalui telepon setelah serangan rudal terbaru Iran menargetkan kota‑kota Dimona dan Arad di selatan Wilayah Pendudukan.
Jaringan televisi Channel 12 milik rezim Zionis juga melaporkan bahwa, sebagai konsekuensi dari perkembangan keamanan terkini dan serangan rudal Iran ke kota‑kota Dimona dan Arad di selatan Palestina yang diduduki, kegiatan sekolah di kota‑kota Sderot dan Ashkelon diliburkan untuk hari berikutnya.
Layanan darurat rezim Zionis dalam laporan terbaru menyebutkan bahwa serangan rudal Iran ke Arad di selatan Israel menewaskan delapan orang dan melukai sekitar 100 orang.
Seiring dengan peningkatan jumlah korban di Arad, Rumah Sakit Soroka di Beersheba mengumumkan status darurat.
Menurut laporan tersebut, sebuah rudal hipersonik Iran bermuatan setengah ton bahan peledak berhasil menghantam Arad di selatan Wilayah Pendudukan.(sl)