Bloomberg: Negara-Negara Teluk Persia Lelah dengan Perang
-
Badr Al‑Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman
Pars Today – Sebuah media Barat mengakui bahwa negara-negara Teluk lelah dengan perang terhadap Iran dan percaya bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kepentingan strategis dalam konflik ini.
Dilaporkan oleh Pars Today mengutip Mehr, Bloomberg dalam laporan analisisnya melaporkan perubahan pendekatan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia terhadap keamanan regional. Media internasional ini, dengan menyoroti kekhawatiran yang meningkat di ibu kota-ibu kota Arab, menulis bahwa negara-negara ini semakin lelah dengan hasutan perang dan ketidakstabilan dalam kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut laporan ini, pejabat dari negara-negara di kawasan Teluk Persia, dalam percakapan pribadi, mempertanyakan nilai strategis dalam menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika.
Analisis Bloomberg menunjukkan bahwa negara-negara ini percaya bahwa kehadiran pangkalan-pangkalan ini, alih-alih memberikan keamanan, menempatkan mereka di garis depan ketegangan potensial.
Seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Bloomberg, “Kekhawatiran utama adalah bahwa Amerika Serikat, jika konflik meletus, akan meninggalkan sekutu mereka dalam situasi di mana kendali Selat Hormuz sangat penting.”
Keputusasaan negara-negara Arab dari perang terhadap Iran terjadi ketika Badr Al‑Busaidi, Menteri Luar Negeri Oman menggambarkan serangan Iran ke kota-kota seperti Dubai, Manama, dan Doha sebagai “satu-satunya pilihan logis” sebagai tanggapan atas pemboman Amerika Serikat dan rezim Zionis.
Ia percaya bahwa tindakan Iran dalam menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di Asia Barat adalah respons logis terhadap agresi Washington dan Tel Aviv.(sl)