Hamas: Pembebasan Tahanan, Ikrar Perlawanan yang Tak Terpatahkan
-
Tahanan Palestina di penjara Israel
Pars Today - Pejabat senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa pembebasan para tahanan adalah ikrar kelompok-kelompok perlawanan yang tidak akan pernah dipatahkan.
Melaporkan dari kantor berita Palestina Shahab, IRNA, Sabtu, 18 April 2026, Zaher Jabarin, ketua Hamas di Tepi Barat yang juga bertanggung jawab atas kantor syuhada dan tahanan, bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina, memperingatkan tentang kondisi mengerikan di penjara-penjara rezim Zionis. Ia menekankan bahwa pembebasan tahanan adalah prioritas mutlak dalam agenda perlawanan.
Jabarin merujuk pada pengesahan undang-undang hukuman mati bagi tahanan di Knesset. Ia menyatakan bahwa tahun ini, Hari Tahanan tiba di tengah operasi penyiksaan, penganiayaan, dan upaya sistematis para penjajah untuk melenyapkan para tahanan secara fisik.
Ia menggambarkan kondisi penjara saat ini sebagai "berdarah dan mengerikan". Penahanan yang disengaja terhadap makanan, air, dan obat-obatan bagi para tahanan, katanya, telah mengubah sel-sel penjara menjadi "kuburan bagi orang yang masih hidup", meskipun tekad para tahanan tetap tak terpatahkan.
Ketua Hamas di Tepi Barat menegaskan bahwa pembebasan tahanan adalah ikrar yang telah diikatkan perlawanan pada dirinya sendiri, dan mereka tidak akan mundur darinya sampai semua tahanan bebas.
Ia juga mencatat bahwa pembatasan dan pelanggaran berkelanjutan di Masjid Al-Aqsa tidak akan pernah bisa mengubah identitas tempat suci ini. Ketahanan bangsa Palestina akan menggagalkan rencana-rencana para penjajab.
Jabarin, seraya mengapresiasi ketahanan rakyat Gaza dan Tepi Barat dalam menghadapi genosida dan terorisme para pemukim, menyerukan seluruh rakyat Palestina dan umat Islam untuk bersatu di sekitar opsi perlawanan guna menghadapi rencana-rencana yang bertujuan menghancurkan cita-cita Palestina.
Hari Tahanan Palestina tahun ini tidak dirayakan dengan sukacita, tetapi dengan kesadaran bahwa sel-sel penjara Zionis telah menjadi ruang penyiksaan sistematis. Namun, perlawanan tidak gentar. Pembebasan tahanan bukan sekadar tuntutan — itu adalah ikrar yang menggerakkan seluruh strategi perlawanan.
Selama masih ada satu tahanan Palestina di penjara Zionis, perlawanan tidak akan berhenti. Itu adalah utang sejarah yang tak bisa dinegosiasikan.(sl)