Al Jazeera: Iran 'Beri Pelajaran' Terbatas ke Zionis, Pesannya: 'Jangan Main Api di Beirut!
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191142-al_jazeera_iran_'beri_pelajaran'_terbatas_ke_zionis_pesannya_'jangan_main_api_di_beirut!
Pars Today – Brigadir Jenderal Hassan Jouni, pakar militer dan strategis di jaringan Al Jazeera, merujuk pada respons militer yang terkalkulasi dari IRGC terhadap sabotase rezim Zionis, menyatakan bahwa sifat serangan terbaru Iran ke wilayah pendudukan menunjukkan bahwa Tehran bermaksud mengirimkan pesan militer yang "terbatas dan terarah."
(last modified 2026-06-08T10:17:56+00:00 )
Jun 08, 2026 17:14 Asia/Jakarta
  • Rudal Iran
    Rudal Iran

Pars Today – Brigadir Jenderal Hassan Jouni, pakar militer dan strategis di jaringan Al Jazeera, merujuk pada respons militer yang terkalkulasi dari IRGC terhadap sabotase rezim Zionis, menyatakan bahwa sifat serangan terbaru Iran ke wilayah pendudukan menunjukkan bahwa Tehran bermaksud mengirimkan pesan militer yang "terbatas dan terarah."

Menurut laporan ISNA, pakar militer dan strategis ini menjelaskan bahwa pemilihan pangkalan udara "Ramat David" sebagai target serangan memiliki signifikansi langsung, karena pihak Iran menyatakan bahwa pangkalan itulah yang menjadi tempat lepas landasnya pesawat yang digunakan dalam serangan agresor ke pinggiran selatan Beirut (Dahieh). Hal ini membuat serangan ini terkait langsung dengan konteks respons terhadap operasi spesifik tersebut.

 

Penilaian ini dilakukan sementara IRGC Iran mengumumkan penargetan pangkalan udara Ramat David dengan rudal balistik, sementara pejabat Iran, di tengah peringatan timbal balik tentang perluasan konflik, mengkonfirmasi bahwa serangan ini merupakan pembalasan atas serangan yang menargetkan pinggiran selatan Beirut.

 

Brigadir Jenderal Hassan Jouni percaya bahwa cakupan geografis serangan Iran juga memperkuat kesimpulan ini, karena penargetan serangan ini terbatas pada utara Palestina pendudukan, terkait langsung dengan front Lebanon, dan tidak meluas ke jantung wilayah pendudukan atau target strategis yang jauh, seperti yang terjadi dalam eskalasi-eskalasi sebelumnya.

 

Ia menambahkan bahwa pernyataan pejabat Iran yang menyertai operasi militer juga mengkonfirmasi tren ini. Tehran secara eksplisit mengaitkan serangan ini dengan penargetan pinggiran selatan Beirut, dan menunjuk bahwa tujuan utamanya adalah untuk menciptakan persamaan pencegahan (deteren) yang terkait dengan medan Lebanon, bukan untuk mengobarkan perang regional yang terbuka.

 

Pakar militer jaringan Al Jazeera ini mencatat bahwa jenis rudal yang digunakan adalah indikasi lain dari cakupan terbatas operasi ini, dan mencatat bahwa data awal menunjukkan bahwa rudal-rudal tersebut bukanlah termasuk rudal canggih atau rudal multi-hulu ledak dengan daya hancur tinggi yang telah digunakan pada tahap-tahap sebelumnya dalam konfrontasi antara kedua belah pihak.

 

Menurutnya, penggunaan jenis rudal ini menunjukkan keinginan Iran untuk menyampaikan pesan politik dan militer yang diperhitungkan tanpa menyebabkan kerusakan luas yang dapat menyebabkan tergelincirnya cepat ke dalam konfrontasi skala penuh dengan konsekuensi yang sulit.

 

Ia menyatakan bahwa melalui operasi ini, Tehran berupaya memantapkan apa yang dianggapnya sebagai 'garis merah' mengenai pinggiran selatan Beirut, serta menunjukkan kesiapannya untuk merespons setiap penargetan, sambil memastikan bahwa eskalasi tetap dalam batas yang terkendali.

 

Namun demikian, Brigadir Jenderal Hassan Jouni mengaitkan tren masa depan peristiwa dengan sifat respons Zionis dan tingkat operasi militer di Lebanon, dan menjelaskan bahwa kelanjutan penargetan Lebanon selatan atau perluasan serangan dapat mendorong Iran untuk meninjau kembali cakupan responsnya pada tahap selanjutnya. (MF)