Hizbullah: Saudi, Pemicu Krisis Politik Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i19927-hizbullah_saudi_pemicu_krisis_politik_lebanon
Wakil ketua dewan eksekutif Hizbullah menyebut Arab Saudi sebagai pemicu krisis kevakuman jabatan presiden Lebanon.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 08, 2016 01:43 Asia/Jakarta
  • Hizbullah: Saudi, Pemicu Krisis Politik Lebanon

Wakil ketua dewan eksekutif Hizbullah menyebut Arab Saudi sebagai pemicu krisis kevakuman jabatan presiden Lebanon.

Televisi Almanar melaporkan, Sheikh Nabil Qaouk hari Rabu (7/9) mengatakan, Arab Saudi adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas krisis kekosongan jabatan presiden di Lebanon. Sebab, Riyadh memaksakan ambisinya terhadap Beirut dengan menentukan presiden pilihannya sehingga negara ini dilanda krisis dan perpecahan.

"Meskipun rezim Saudi memaksakan sikapnya terhadap orang-orang Lebanon yang berdampak liburnya institusi pemerintah dan panjangnya rentang waktu kekosongan masa jabatan presiden. Tapi gerakan perlawanan yang melindungi Lebanon dari bahaya rezim Zionis dan musuh takfiri, tidak akan pernah mengizinkan Arab Saudi menimbulkan kerusakan sebagaimana dilakukan di Yaman, Bahrain dan Suriah melalui antek-anteknya," ujar Sheikh Nabil Qaouk.

Ditegaskannya, rezim Al Saud melakukan kesalahan besar dalam agresi militer di Yaman, karena Riyadh terjebak di rawa konflik, dan setiap saat mengalami kerusakan serta kekalahan yang berturut-turut.

"Seluruh negara dunia hari ini menerima solusi damai di Suriah kecuali Arab Saudi, sebab negara ini menghendaki perang diperpanjang karena takut kalah," pungkas wakil ketua dewan eksekutif Hizbullah Lebanon.(PH)