Houthi: Saudi tak Berhak Larang Muslimin Lakukan Ibadah Haji
-
Abdulmalik Al Houthi, Pemimpin Ansarullah, Yaman
Pemimpin gerakan Ansarullah, Yaman mengatakan, rezim Al Saud tidak berhak melarang jemaah haji dari sejumlah negara untuk melaksanakan kewajiban ibadah hajinya di Tanah Suci.
Stasiun televisi Al Masirah (11/9) melaporkan, Abdulmalik Al Houthi, Pemimpin Ansarullah, Ahad (11/9) menyebut Arab Saudi berusaha mengikuti langkah-langkah yang dilakukan rezim Zionis Israel terhadap Masjid Al Aqsa.
Dalam pesan untuk rakyat Yaman dan seluruh Muslimin dunia bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Al Houthi menegaskan bahwa rezim Saudi dengan langkah-langkah berbahayanya yang bertujuan untuk mengganggu pelaksanaan kewajiban haji, melarang sebagian Muslimin melaksanakan ibadah ini dan langkah tersebut sama seperti yang dilakukan Israel terhadap Masjid Al Aqsa.
Ia menjelaskan, rezim Al Saud tidak berhak mendominasi dan mengontrol Baitullah Al Haram dan melarang jemaah haji dari beberapa negara untuk melaksanakan kewajiban Tuhan, dan langkah semacam itu sama sekali tidak bisa dibenarkan.
Abdulmalik Al Houthi berusaha menjalankan kebijakan-kebijakan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
"Saudi, dengan memperhatikan esensi ketergantungan dan kepatuhannya, dengan seluruh fasilitas dan kapasitas yang dimilikinya, berusaha menciptakan perpecahan di dalam tubuh umat Islam," ungkapnya.
Pemimpin Ansarullah itu juga menyinggung aksi-aksi brutal Saudi terhadap rakyat Yaman dan meminta rakyat negara ini untuk melawan seluruh aksi dan kejahatan musuh serta melanjutkan resistensi mereka dengan bertawakal kepada Allah Swt. (HS)