Yordania Tutup Perbatasan, Nyawa Ribuan Warga Suriah Terancam
Dokter Lintas Batas (MSF) menyatakan keprihatinan karena ribuan warga Suriah terus ditolak akses ke perawatan medis di daerah perbatasan.
Seperti dikutip media Mesir, al-Youm al-Sabee pada Rabu (21/9/2016), MSF mengatakan bahwa lebih dari 75.000 warga Suriah – tiga perempat dari mereka perempuan dan anak – terdampar di daerah padang pasir di perbatasan Yordania. Mereka berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan tidak diberikan akses ke bantuan medis.
MSF juga memperingatkan tentang penularan berbagai jenis penyakit di antara para pengungsi Suriah.
Perbatasan Yordania sudah tiga bulan ditutup untuk pengungsi Suriah dan ribuan warga Suriah terus ditolak untuk memperoleh perawatan medis.
Selama beroperasi di sana pada bulan Mei dan Juni, tim medis MSF melihat kebutuhan medis yang luas, khususnya anak-anak yang menderita gizi buruk dan diare.
Amnesty International juga memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan hampir tidak diperoleh sama sekali oleh 75.000 warga Suriah.
Sebuah serangan bom mobil telah menewaskan enam tentara Yordania di wilayah tersebut pada Juni 2016. Pemerintah Amman kemudian menutup perbatasannya dengan Suriah dan memaksa MSF untuk menghentikan semua operasi di daerah itu.
Penutupan perbatasan telah memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah kritis bagi pengungsi Suriah, di mana mereka kekurangan air dan makanan dan hidup dalam kondisi yang tidak sehat. (RM)