Palestina Tuntut Penyelidikan Kematian Tahanan di Penjara Israel
Komite Penanganan Urusan Tahanan Palestina menuntut penyelidikan internasional atas gugur syahidnya seorang tahanan Palestina di penjara rezim Zionis Israel.
Seperti dilansir kantor berita resmi Yordanian (Petra), Issa Qaraqe, Ketua Komite Urusan Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/9/2016) malam, menilai kabinet rezim Zionis dan lembaga penjara rezim ini sebagai penanggung jawab utama atas meninggalnya Yasser Thiyab Hamduna.
Qaraqe mengecam keras kejahatan rezim Zionis terhadap tahanan Palestina dan menuntut komite penyelidikan internasional untuk menyelidiki kejahatan tersebut.
"Kejahatan baru ini telah menambah serangkaian kejahatan rezim Zionis (Israel) terhadap hak para tahanan Palestina. Rezim ini melanggar semua hukum dan peraturan serta resolusi-resolusi hukum, kemanusiaan dan internasional," ujarnya.
Menurutnya, Komite Penanganan Urusan Tahanan Palestina harus menyiapkan mukhadimah yang diperlukan untuk mengambi jenazah Syahid Hamduna.
Yasser Thiyab Hamduna, 41 tahun, adalah penduduk Jenin, utara Tepi Barat yang divonis hukuman penjara seumur hidup. Ia gugur syahid di penjara Ramon pada Minggu pagi akibat siksaan para sipir penjara.
Saat ini, lebih dari 7.000 warga Palestina mendekam di berbagai penjara Israel dalam kondisi mengenaskan. (RA)