OKI dan Alat bagi Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i28540-oki_dan_alat_bagi_arab_saudi
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ahad (18/12) menjadi tuan rumah sidang membahas kondisi kemanusiaan di Yaman dan transformasi mendatang negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 18, 2016 14:01 Asia/Jakarta
  • OKI dan Alat bagi Arab Saudi

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Ahad (18/12) menjadi tuan rumah sidang membahas kondisi kemanusiaan di Yaman dan transformasi mendatang negara ini.

OKI di sidangnya di Jeddah, Arab Saudi yang digelar dengan koordinasi Kantor Urusan Kemanusiaan PBB dijadwalkan akan membicarakan kondisi kemanusiaan di Yaman serta transformasi mendatang negara Arab ini.

 

Di sisi lain, Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB di Yaman memperingatkan bahwa berlanjutnya blokade dan kelangkaan bahan makanan di Yaman membuat negara ini mendekati titik paceklik. Arab Saudi dengan lampu hijau Amerika Serikat melancarkan serangan ke Yaman sejak 26 Maret 2015. Selain menghancurkan infrastruktur vital dan balai pengobatan di Yaman, serangan tersebut menewaskan lebih dari 10 ribu warga termasuk perempuan dan anak-anak.

 

Arab Saudi selama menebar kejahatan di Yaman senantiasa mendapat dukungan pemerintah Barat, khususnya Amerika Serikat dan Inggris. Selain itu, sejumlah organisasi internasional termasuk PBB juga menunjukkan persetujuannya atas ulah Arab Saudi di Yaman dengan kebungkaman mereka.

 

Dalam hal ini, Departemen Luar Negeri Inggris dengan arogan menyatakan bahwa penjualan senjata London ke Riyadh sebagai upaya pertahanan Arab Saudi. Seraya menepis bahwa serangan Riyadh ke Yaman melanggar hukum internasional menyatakan, langkah Arab Saudi di Yaman dapat dijustifikasi, dan bahkan PBB mendukungnya.

 

Poin yang patut direnungkan di krisis Yaman dan eskalasi dampak kemanusiaan di negara ini dapat dicermati di dukungan organisasi dan lembaga internasional terhadap Arab Saudi yang memainkan peran utama di pengobaran perang di kawasan. Kritik ini sangat mengena kepada organisasi internasional yang takut akan ancaman ekonomi Arab Saudi.

 

OKI ketika menggelar pertemuan saat ini tidak memiliki kinerja signifikan di berbagai krisis yang terjadi selama beberapa tahun di kawasan, seperti kiris Suriah, Irak dan Yaman. Organisasi ini tidak melakukan langkah untuk mereduksi krisis dan secara praktis memainkan peran pasif.

 

Salah satu faktor penting sikap pasif OKI adalah letak sekretariat organisasi ini di Jeddah dan hal ini mendorong OKI menjadi pelayan bagi kepentingan Arab Saudi. Argumen ini diperkuat dengan realita bahra Arab Saudi dan OKI secara praktis memainkan peran pengobar krisis di isu Suriah, Irak dan Yaman.

 

Tak diragukan lagi bahwa Al Saud memiliki konsesi besar sebagai tuan rumah Kabah dan Masjidil Haram di Mekah serta Masjid Nabawi di Madinah serta memanfaatkannya sebagai senjata politiknya serta menilainya sebagai sumber kekuatan lunak.

 

Mengingat bahwa Mekah dan Madinah memiliki nilai sangat tinggi bagi umat Islam, Al Saud berusaha memanfaatkannya untuk menunjukkan citra Islam dirinya dan menjustifikasi intervensinya di negara-negara Islam serta meraih ketamakan politiknya.

 

Al Saud melalui aksi-aksi penipuan publik dengan menggelar sidang organisasi internasional dan regional yang berada di bawah kontrolnya seperti OKI dan PBB berencana mengenalkan  pasukan relawan rakyat pimpinan Ansarullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dampak krisis di Yaman. Melalui aksinya ini, Riyadh juga ingin menyimpangkan opini publik dari realita bahwa Al Saud adalah pihak yang melakukan kejahatan di Yaman.

 

Perilaku tentara bayaran Arab Saudi mendorong berbagai organisasi seperti OKI tidak melakukan peran positifnya untuk menyelesaikan krisis di Suriah, Irak dan Yaman dan berubah menjadi organisasi yang lemah dalam menyelesaikan kendala dunia Islam. (MF)