2. Riwayat Ahlul Bait Tentang Ayah dan Ibu (2)
-
Berbuat baik kepada orang tua
Berbuat Baiklah Supaya Kalian Diperlakukan Dengan Baik
Imam Shadiq as berkata:
بِرُّوْا آبَائَكُمْ تَبِرَّكُمْ اَبْنَائَكُمْ
Berbuat baiklah kepada kedua ayah dan ibu kalian supaya anak-anak kalian juga berbuat baik kepada kalian. (Tuhafful ‘Uqul, hal 359)
Durhaka Terhadap Kedua Ayah dan Ibu Merupakan Dosa Besar
Rasulullah Saw bersabda:
اَلَا اُخْبِرُكُمْ بِاَكْبَرِ الْكَبَائِرِ اَلْاِشْرَاكُ بِاللهِ وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَ قَوْلُ الزُّوْرِ
Tidakkah aku kabarkan kalian tentang dosa-dosa yang paling besar, yaitu menyekutukan Allah, durhaka terhadap kedua ayah dan ibu dan perkataan batil [yakni bohong]?.” (Gohan-e Kabireh, jilid 1, hal 333)
Berbuat Baik Kepada Kedua Ayah dan Ibu, Lebih Baik Dari Segala Amal
Rasulullah Saw bersabda:
بِرُّ الْوَالِدَيْنِ اَفْضَلُ مِنَ الصَّلوةِ وَ الصَّوْمِ وَ الْحَجِّ وَ الْعُمْرَةِ وَ الْجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ
Berbuat baik kepada kedua ayah dan ibu lebih utama dari salat, puasa, haji, umrah dan jihad di jalan Allah. (Jami’us Sa’adat, jilid 2, hal 257)
Hal-Hal yang Tidak Dizinkan oleh Allah untuk Dikurangi atau Ditambahi
Imam Shadiq as berkata:
ثَلَاثٌ لَمْ يَجْعَلِ اللهُ لِاَحَدٍ مِنَ النَّاسِ فِيهِنَّ رُخْصَةٌ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ بِرَّيْنِ كَانَا اَوْ فَاجِرَيْنِ وَ وَفَاءٌ باِلْعَهْدِ لِلْبِرِّ وَ الْفَاجِرِ وَ اَدَاءُ الْاَمَانَةِ اِلَى الْبِرِّ وَ الْفَاجِرِ
Allah tidak membuat keringanan kepada siapapun dalam tiga hal ini; berbuat baik pada kedua ayah dan ibu, baik keduanya orang baik-baik, maupun pendosa. Menepati janji, baik itu kepada orang baik-baik ataupun pendosa. Menyampaikan amanat kepada pemiliknya, baik itu orang baik-baik maupun pendosa. (Tuhafful ‘Uqul)
Pendurhaka Terhadap Kedua Ayah dan Ibu Tidak Akan Mencium Bau Surga
Rasulullah Saw bersabda:
اِيَّاكُمْ وَ عُقُوْقِ الْوَالِدَيْنِ، فَاِنَّ رِيْحَ الْجَنَّةِ تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ اَلْفَ عَامٍ وَ لَا يَجِدْهَا عَاقٍّ
Hindarilah berbuat durhaka terhadap kedua ayah dan ibu, karena sesungguhnya bau surga dicium dari jarak seribu tahun, dan orang yang durhaka terhadap kedua ayah dan ibunya tidak akan menciumnya. (Jami’us Sa’adat, jilid 2, hal 257)
Diriwayatkan dari Imam Shadiq as:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ أَمَرَ بِثَلَاثَهٍ مَقْرُونٍ بِهَا ثَلَاثَهٌ أُخْرَى أَمَرَ، بِالصَّلَاهِ وَ الزَّکَاهِ فَمَنْ صَلَّى وَ لَمْ یُزَکِّ لَمْ یَقْبَلْ مِنْهُ صَلَاتَهُ وَ أَمَرَ بِالشُّکْرِ لَهُ وَ لِلْوَالِدَیْنِ فَمَنْ لَمْ یَشْکُرْ وَالِدَیْهِ لَمْ یَشْکُرِ اللَّهَ وَ أَمَرَ بِاتِّقَاءِ اللَّهِ وَ صِلَةِ الرَّحِمِ فَمَنْ لَمْ یَصِلْ رَحِمَهُ لَمْ یَتَّقِ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ.
Sesungguhnya Allah Swt telah memerintahkan tiga perkara yang didampingkan dengan tiga perkara lainnya; memerintahkan salat dan zakat, maka barang siapa yang mengerjakan salat, tapi tidak menunaikan zakat, maka salatnya tidak diterima. Memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua ayah dan ibu, maka barang siapa yang tidak bersyukur pada kedua ayah dan ibunya, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim [ikatan persaudaraan], maka barang siapa yang tidak menyambung tali persaudaraan, sesungguhnya ia tidak bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla. (Gohan-e Kabireh, jilid 1, hal 163)
Ayah Ada Tiga Macam
Rasulullah Saw bersabda:
اَلْآبَاءُ ثَلَاثَةٌ: أبٌ مَنْ وَلَّدَکَ، وَ أبٌ مِنْ زَوجَکَ، وَ أبٌ مَنْ عَلَّمَکَ
Ayah ada tiga macam; ayah sebagai perantara penciptaanmu, ayah mertuamu dan ayah yang mengajarimu. (Itsna Asyariyah, hal 81) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Hak Kedua Ayah dan Ibu serta Anak