Lebanon Hadapi Manuver Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i30127-lebanon_hadapi_manuver_israel
Presiden Lebanon menginstruksikan kepada kementerian luar negeri negara Arab ini untuk melakukan investigasi terhadap keterlibatan agen Mossad dalam aksi teroris seorang pengusaha Lebanon di Angola.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 05, 2017 16:21 Asia/Jakarta
  • Lebanon Hadapi Manuver Israel

Presiden Lebanon menginstruksikan kepada kementerian luar negeri negara Arab ini untuk melakukan investigasi terhadap keterlibatan agen Mossad dalam aksi teroris seorang pengusaha Lebanon di Angola.

Michel Aoun dalam sidang pertama kabinet yang dihadiri perdana menteri Lebanon, Saad Hariri menyinggung informasi teror terhadap pengusaha negara ini bernama Amin Bakri oleh agen Mossad di Angola. Tidak hanya itu, Aoun juga menginstruksikan kepada kementerian luar negeri Lebanon untuk menyusun laporan yang diperlukan mengenai kejahatan tersebut.

Amin Bakri belum lama ini dilaporkan tewas terkena tembakan di tempat tinggalnya di Angola. Sebelumnya, Mohammad Al-Zawari seorang insinyur penerbangan Tunisia juga dilaporkan tewas akibat serangan teror pada 15 Desember 2016. Ia tewas terkena tembakan yang dilancarkan agen Mossad. 

Situs Forbes menyebut operasi teroris yang dilancarkan dinas intelejen Israel ini merupakan yang kedua di era kepemimpinan Yossi Cohen yang menjabat sebagai direktur Mossad. Babak baru operasi teror pertama Mossad dilancarkan pada Mei 2016 dengan target Mostafa Badruddin, keponakan Emad Mogniyah di Damaskus, ibu kota Suriah.

Pada sidang yang dipimpin langsung oleh presiden Lebanon tersebut, Saad Hariri menyerukan pembentukan komite khusus untuk menghadapi kondisi darurat saat ini. Pada 18 Desember 2016 lalu terbentuk kabinet baru Lebanon yang terdiri dari 30 menteri dan dipimpin oleh perdana menteri Saad Hariri. Kemudian, parlemen memberikan mosi percaya terhadap kabinet baru ini pada 28 Desember 2016.

Pada sidang pertama kabinet baru Lebanon, presiden Michel Aoun kembali menegaskan urgensi investigasi serangan teror terhadap pengusaha negara ini di Angola. Penegaskan Aoun tersebut menunjukkan keseriusan pemerintahan baru Lebanon dalam menghadapi rezim Zionis Israel. Dilaporkan selama beberapa bulan terakhir terjadi perubahan positif di arena politik Lebanon dan berakhirnya kevakuman politik di negara Arab itu.

Terpilihnya Michel Aoun sebagai presiden Lebanon setelah negara ini mengalami kekosongan masa jabatan presiden, dan pembentukan kabinet baru merupakan hasil rekonsiliasi politik di negara Arab ini, dan Hizbullah memainkan peran besar dalam pembentukan pemerintahan komprehensif. Kini, kabinet baru memiliki perhatian besar terhadap masalah ancaman rezim Zionis. Salah satu ancaman keamanan Israel bagi Lebanon, Timur Tengah dan dunia adalah manuver yang dilakukan rezim Zionis dengan berbagai operasi teror yang dilakukannya.

Pengalaman menunjukkan bahwa setiap kali Lebanon mengambil langkah untuk mewujudkan stabilitas, Israel melancarkan aksinya di Lebanon dan kawasan untuk merusaknya. Tujuan Tel Aviv melancarkan aksi tersebut untuk meningkatkan pengaruhnya di negara-negara kawasan Afrika. Protes yang dilakukan para pejabat Tunisia dan Lebanon terhadap manuver rezim Zionis merupakan bagian reaksi terhadap sepak terjang terbaru Israel.(PH)