Fatah Reaksi Rencana Pemindahan Kedubes AS ke al-Quds
Gerakan Pembebasan Palestina (Fatah) mengumumkan, pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis timur akan menutup jalan penciptaan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Seperti dilansir IRNA, Osama al-Qawasmi, anggota Dewan Revolusioner Fatah dan juru bicara gerakan ini dalam sebuah peryataan pada Sabtu (14/1/2017) mengatakan, berdasarkan aturan, ketentuan dan hukum internasional serta resolusi-resolusi PBB termasuk resolusi nomor 2334 Dewan Keamanan PBB, al-Quds timur adalah ibukota pemerintah Palestina.
Ia menegaskan, upaya AS untuk memindahkan Kedubes-nya ke al-Quds merupakan langkah ilegal, provokatif dan memicu ketegangan di kawasan.
Al-Qawasmi menuturkan, gerakan Fatah, rakyat Palestina dan para penuntut kebebasan dunia tidak akan membiarkan rencana AS tersebut direalisasikan, sebab, langkah ini merupakan jenis penindasan dan agresi terhadap sejarah dan cita-cita bangsa Palestina.
Sementara itu, Sheikh Mohammad Hussein, Mufti Agung Baitul Maqdis pada Jumat mengecam rencana AS untuk memindahkan Kedubesnya ke al-Quds dan menyebut keputusan Donald Trump, Presiden terpilih AS tersebut sebagai tindakan "penghinaan" terhadap umat Islam.
Trump pasca meraih kemenangan dalam piplres pada November 2016 berjanji akan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds. (RA)