Kuwait Jalin Kerjasama Militer dengan NATO
Menteri Luar Negeri Kuwait mengabarkan upaya penguatan strategi negaranya dan kerja sama politik serta militer dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO.
IRNA (24/1) melaporkan, Syeikh Sabah Khalid Al Hamad Al Sabah, Menlu Kuwait, Selasa (24/1) setelah melakukan perundingan dengan Jens Stoltenberg, Sekjen NATO di Kuwait mengatakan, saat ini perang melawan terorisme merupakan prioritas terpenting masyarakat internasional dan Kuwait menyambut kerja sama militer dengan NATO.
Pemerintah Kuwait sebelumnya untuk pertama kali, menunjuk seorang perwakilan yang mengurusi masalah terkait kerja sama dengan NATO.
Penguatan hubungan Kuwait dan NATO ini dilakukan di bawah arahan Amerika Serikat. Washington, sekarang menempatkan lebih dari 15 ribu tentara di Kuwait.
Pengalama kehadiran militer asing di kawasan membuktikan bahwa hal itu tidak menguntungkan perdamaian dan keamanan kawasan, namun sebaliknya justru memperluas instabilitas dan melahirkan kelompok-kelompok teroris. (HS)