Houthi: Saudi Memusuhi Siapa Saja yang Menentang Israel
-
masyarakat Yaman
Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah Yaman menyatakan Arab Saudi bersekongkol dengan Israel, dan karena itu Riyadh menganggap siapa pun yang menentang kebijakan rezim Tel Aviv sebagai musuhnya.
Di hadapan para pendukungnya dalam pidato Jumat sore (10/02/2017) di kota Sa'ada dan pada peringatan Hari Syahid, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan bahwa rezim Al-Saud ternyata memusuhi bangsa yang melawan tindakan hegemonik AS dan rezim Israel di kawasan Timur Tengah.
Dia melabel agresi militer Saudi ke Yaman sebagai salah satu di antara yang dipimpin Washington dan didukung Tel Aviv, seraya menekankan bahwa tidak ada yang bisa membenarkan serangan tersebut terhadap rakyat Yaman.
Houthi juga menekankan bahwa Arab Saudi dan para pendukungnya berusaha menghancurkan kebebasan, kebanggaan nasional, teritorial serta bobot geo-politik rakyat Yaman.
"Mereka ingin mengubah kita menjadi orang-orang yang tidak memiliki kemampuan dalam setiap masalah hidup mereka. Tidak memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan. Mereka ingin kita menjadi boneka yang menuruti apa yang mereka inginkan," tegas Houthi.
Pemimpin Ansarullah juga melontarkan kritik terhadap mereka Yaman yang berkolaborasi dengan Arab Saudi dalam pemboman dahsyat terhadap infrastruktur Yaman, dan menyebut mereka sebagai "boneka dan budak musuh."
Houthi menggarisbawahi bahwa agresi militer Saudi tidak akan pernah berhasil mengalahkan ketegaran dan perlawanan Yaman.
Menurutnya, rakyat Yaman mengandalan tekad dan ketegaran mereka lebih dari sebelumnya. Yaman telah membuktikan kepada seluruh dunia bahwa mereka tidak akan pernah menyerah di hadapan agresor.
Ditambahkannya, "Kami diserang musuh karena kami ingin bebas dan mandiri. Yaman tidak akan pernah menerima penghinaan dan penyerahan diri kepada penjajah."(MZ)