Nasrullah: Hizbullah tak Perlu Persetujuan Arab untuk Lawan Israel
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Lebanon mengatakan, gerakan perlawanan tidak perlu konsensus Arab untuk melawan rezim Zionis Israel dan kelompok teroris Takfiri.
IRNA (6/3) melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah, Sekjen Hizbullah, Ahad (6/3) petang berpidado lewat video conference dalam acara memperingati kesyahidan Ali Ahmad Fayad atau Haj Alaa Al Busni, di wilayah Ansar, Selatan Lebanon.
Dalam pidatonya, Sekjen Hizbullah berterimakasih atas dukungan Iran dan Suriah terhadap Hizbullah.
Ia menuturkan, pasukan Hizbullah tidak memerlukan pengesahan dari Liga Arab, dukungan negara-negara Arab, konsensus Arab, partisipasi pasukan Arab atau senjata Arab, untuk memerangi Israel, dan membebaskan wilayah-wilayah pendudukan dari tangan Zionis.
Sayid Hassan Nasrullah menilai Hizbullah sebagai hambatan terbesar bagi Israel untuk menyerang Lebanon.
Ia menambahkan, Hizbullah dengan seluruh prestasinya, berhasil meraih kehormatan dan keunggulan di antara bangsa-bangsa Arab.
Nasrullah juga menyinggung berlanjutnya penghinaan Israel terhadap bangsa Arab lewat pendudukan wilayah Palestina, serangan atas mereka dan penistaan terhadap kesucian-kesucian rakyat Palestina.
"Kesepakatan yang dicapai dengan beberapa negara Arab yang hanya mengusahakan kepentingan Israel, tidak ada gunanya dan tidak logis," ujarnya.
Ia menyebut strategi menyatukan bangsa Arab dan membentuk pasukan bersatu Arab sebagai khayalan dan mimpi.
Ia menerangkan, berharap atas masalah ini berarti pendudukan Lebanon oleh Israel.
Terkait konspirasi sebagian negara Arab termasuk Arab Saudi terhadap Hizbullah dan gerakan-gerakan perlawanan, Nasrullah menegaskan, negara-negara itu, demi keberlangsungan hidupnya, memprioritaskan dukungan atas Israel dan melindungi rezim penjajah tersebut.
Sehubungan dengan jihad yang dilakukan syahid Ali Fayad di Selatan Lebanon, Bosnia, Irak dan Suriah, Sekjen Hizbullah mengatakan, komandan Hizbullah ini gugur dalam memerangi ISIS di sebuah operasi pembebasan distrik strategis Al Khanasir, Rif, Selatan Aleppo, Suriah. (HS)