Militer Suriah Tutup Jalur Pergerakan Pasukan Turki ke Raqqa
Militer Suriah dan sekutunya membebaskan sejumlah desa di sekitar Manbij dan menutup jalur pergerakan pasukan "Perisai Furat" yang tengah bergerak dari kota Al Bab menuju Raqqa, Suriah.
Turki, pada 24 Agustus 2016 lalu melakukan intervensi militer di Suriah dengan memulai operasi "Perisai Furat".
Stasiun televisi Alalam (28/2) mengutip sumber-sumber militer Suriah melaporkan, pasukan pemerintah Suriah dengan mengontrol wilayah dataran tinggi Al Maqala dan desa Al Tamthil di Barat Tadmur (Palmyra), Homs, Barat Suriah, berhasil menguasai puncak pegunungan Al Hayal yang berhadapan dengan segitiga Tadmur di sebelah Timur Homs.
Sementara itu, Abu Muhammad Al Julani, Pimpinan kelompok teroris Takfiri, Tahrir Al Sham, Senin (27/2) malam dalam sebuah video rekaman mengabarkan serangan ke kota Homs, Suriah oleh lima anasir teroris.
Kelompok teroris Takfiri, Tahrir Al Sham juga mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom Sabtu lalu di kota Homs yang menewaskan sedikitnya 42 orang dan melukai puluhan lainnya.
Al Julani meminta para pemberontak yang ikut dalam perundingan damai Jenewa dan Astana untuk meninggalkan arena pertempuran dan menyerahkan tugas perang kepada ahlinya.
Kantor berita resmi pemerintah Suriah, SANA mengabarkan, sebuah sumber terpercaya dalam delegasi pemerintah Damaskus di perundingan Jenewa membantah rumor yang disebarkan beberapa media termasuk Al Arabiya, Arab Saudi dan Aljazeera, Qatar, terkait penundaan perundingan antara pemerintah Suriah dengan Staffan de Mistura, Utusan khusus PBB untuk Suriah.
Laporan itu mengatakan, delegasi Suriah menekankan berlanjutnya dialog di Jenewa berdasarkan apa yang sudah ditetapkan oleh PBB.
"Semua peluang harus digunakan untuk menggelar perundingan, karena ini membuka kesempatan untuk mendukung rakyat Suriah dan menghentikan pertumpahan darah," ujarnya.
Perundingan damai Suriah keempat, dimulai Kamis pekan lalu di Jenewa, Swiss. (HS)