Mufti Suriah: Tujuan AS, Pecah Belah Negara-negara Muslim
-
Ahmad Badreddin Hassoun
Ahmad Badreddin Hassoun, Mufti Suriah mengatakan, senjata-senjata mematikan dari negara-negara Barat dikirim kepada teroris yang berusaha memecah belah Suriah.
Dalam wawancara dengan Mehr News (4/3), Mufti Suriah menyinggung rencana-rencana busuk Amerika Serikat di kawasan dan menuturkan, kelompok ekstrem dan teroris diperkuat oleh Amerika dan sekutu-sekutunya dengan maksud agar hubungan di antara Muslim, Yahudi dan Kristen bisa dirusak, seperti peristiwa yang terjadi pasca kebangkitan rakyat di Mesir, Tunisia dan Libya.
Ia menambahkan, diciptakannya dan diperkuatnya kelompok-kelompok ekstrem yang sama sekali tidak memahami Islam, dilakukan untuk menjalankan proyek Barat guna membakar gereja dan mengusir warga Kristen, sehingga citra Islam di negara-negara kawasan bahkan dunia menjadi buruk.
Terkait dendam kesumat negara-negara Barat terhadap pemerintahan Suriah, Hassoun menjelaskan, alasan munculnya dendam tersebut adalah karena Bashar Al Assad, Presiden Suriah tidak pernah mau tunduk pada janji-jani dan bisikan Amerika. Pada saat yang sama pemerintah Suriah semakin hari semakin dicintai oleh rakyatnya.
Ahmad Badreddin Hassoun menerangkan, hari ini para teroris Takfiri di Turki sedang dilatih. Proses ini dildukung penuh oleh Amerika, negara itu bahkan punya rencana yang sama yaitu menciptakan terorisme di Cina dan Rusia.
Mufti Agung Suriah itu menegaskan bahwa musuh regional sedang berusaha memecah belah negara-negara Muslim.
"Sekarang Dunia Islam membutuhkan persatuan sehingga dapat menghadapi semua konspirasi ini," pungkasnya. (HS)