Ketua Parlemen Kuwait Tegaskan IPU Harus Isolasi Zionis Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i34900-ketua_parlemen_kuwait_tegaskan_ipu_harus_isolasi_zionis_israel
Ketua Parlemen Kuwait mengritik politik diskriminatif rezim Zionis Israel dan menegaskan upaya mengisolasi rezim ini di Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU).
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Mar 23, 2017 09:51 Asia/Jakarta
  • Marzouq al-Ghanim, Ketua Parlemen Kuwait
    Marzouq al-Ghanim, Ketua Parlemen Kuwait

Ketua Parlemen Kuwait mengritik politik diskriminatif rezim Zionis Israel dan menegaskan upaya mengisolasi rezim ini di Parlemen Dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU).

Marzouq al-Ghanim, Ketua Parlemen Kuwait hari Rabu (22/3) dalam konferensi pers menyatakan, Kuwait secara tegas sikapnya anti rezim Zionis Israel. Ini merupakan prinsip dalam kebijakan luar negeri negara ini.

al-Ghanim menyinggung Zionis Israel tidak berkomitmen terhadap aturan internasional dan berlanjutnya aksi kekerasan terhadap warga Palestina, mengatakan, "Knesset atau Parlemen Zionis Iarael menolak resolusi 2334 Dewan Keamanan PBB yang menyebut pembangunan pemukiman zionis di daerah Palestina adalah ilegal, bahkan meratifikasi undang-undang yang melegalkan langkah yang ditempuh pemerintahan Netanyahu."

Ketua Parlemen Kuwait menjelaskan, Parlemen negara-negara Arab memiliki banyak potensi untuk menghadapi dan menciptakan mekanisme anti rezim Zionis Israel. Selain itu, parlemen negara-negara Arab juga bersahabat dengan parlemen dari negara-negara lain dan harus berusaha untuk menghadapi politik rezim Zionis Israel.

Al-Ghanim mengatakan, "Kuwait telah memulai penjajakannya untuk mengisolasi Knesset Israel yang terus melanggar atura yang ada dan parlemen negara-negara Arab harus saling mendukung dan bekerjasama memenangkan masalah paling penting dunia Arab dan Islam, yaitu Palestina."

Dewan Keamanan PBB pada 23 Desember 2016 mengeluarkan resolusi 2334 yang mengecam pembangunan pemukiman zionis di daerah-daerah Palestina dengan 14 suara setuju dan satu suara abstein milik Amerika.