Reaksi Langkah AS, Suriah Siap Tembakkan Rudal Pantainya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36100-reaksi_langkah_as_suriah_siap_tembakkan_rudal_pantainya
Media Rusia melaporkan bahwa militer Suriah telah menempatkan sistem rudal pantainya dalam kondisi sip tembak pasca serangan rudal AS ke pangkalan udara al-Shayrat di provinsi Homs.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 16, 2017 06:04 Asia/Jakarta
  • Sistem rudal pantai, Bastion
    Sistem rudal pantai, Bastion

Media Rusia melaporkan bahwa militer Suriah telah menempatkan sistem rudal pantainya dalam kondisi sip tembak pasca serangan rudal AS ke pangkalan udara al-Shayrat di provinsi Homs.

Menurut koran Izvestia, militer Suriah telah memperingatkan armada Angkatan Laut AS di Mediterania untuk tidak mendekati pantai negara itu.

 

Sementara bahaya besar mengancam armada Angkatan Laut AS berasal dari rudal Yakhont yang digunakan dalam sistem pertahanan Bastion Rusia yang dapat mencapai target 300 kilometer dengan kecepatan 750 meter per detik.

 

Suriah memiliki 18 sistem pelontar rudal untuk menembakkan rudal Rusia Redut dengan kemampuan jangkauan sejauh 270 kilometer dengan kecepatan 1600 kilometer per jam.

 

Sementara, Ivan Konovalov, kepala kebijakan militer dan departemen ekonomi dari Institut Rusia Studi Strategis, mengatakan kepada situs Sputnik bahwa "militer Suriah dapat menimbulkan kerusakan berat kepada pihak Amerika hanya dengan menggunakan rudal yang dimiliki pasukan penjaga pantai mereka."

 

Awal pekan ini, Kepala Staf Umum Direktorat Operasional Pusat Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, mengatakan bahwa Moskow telah memperingatkan terhadap serangan rudal terbaru AS di Suriah.

 

"Militan menempatkan bahan kimia beracun di Khan Sheikhoun, di bandara Jira, Timur Ghouta dan ke Barat Aleppo," kata Staf Umum Rusia pada Selasa lalu.

 

"Tujuan dari aksi tersebut adalah untuk menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dan untuk memicu serangan baru AS," tegasnya

 

"Kami memperingatkan atas langkah-langkah tidak dapat diterima itu," kata Rudskoi, dan menambahkan bahwa militer Rusia sedang mengupayakan penyelidikan menyeluruh terkait serangan kimia di kota Khan Sheikhoun.(MZ)