Kegagalan Saudi di Yaman dan Kekhawatiran AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36292-kegagalan_saudi_di_yaman_dan_kekhawatiran_as
Menteri Pertahanan Amerika Serikat dalam kunjungan ke Arab Saudi mengatakan, serangan rudal militer dan pasukan relawan rakyat Yaman ke posisi Arab Saudi harus dicegah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 19, 2017 11:48 Asia/Jakarta
  • Kegagalan Saudi di Yaman dan Kekhawatiran AS

Menteri Pertahanan Amerika Serikat dalam kunjungan ke Arab Saudi mengatakan, serangan rudal militer dan pasukan relawan rakyat Yaman ke posisi Arab Saudi harus dicegah.

James Mattis dalam safarinya ke kawasan Timur Tengah tiba di Arab Saudi pada Selasa (18/4/2017). Ia langsung bertemu dan berdialog dengan para pejabat Riyadh tentang penghentian serangan rudal militer dan pasukan Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah ke posisi Arab Saudi.

 

Pernyataan pejabat tinggi militer AS ini menunjukkan bahwa Washington berupaya membalikkan fakta-fakta di Yaman. Dalam konteks tersebut, AS berupaya mengalihkan fakta bahwa operasi dan serangan militer Yaman merupakan respon atas agresi dan perang yang dikobarkan Arab Saudi di negara ini.

 

Pada dasarnya, statemen Menhan AS menujukkan kekhawatiran para pejabat Pentagon atas peningkatan kemampuan perlawanan rakyat Yaman yang telah meruntuhkan semua persamaan kekuatan pasukan agresi Arab Saudi dan pendukung-pendukungnya.

 

Pasukan relawan Yaman yang bersandar pada kekuatan internal mampu memproduksi berbagai jenis rudal. Rudal-rudal ini digunakan mereka untuk membalas serangan militer Arab Saudi dan kejahatan pasukan agresor terhadap rakyat Yaman.

 

Sejak dimulainya invasi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman, pasukan relawan Yaman telah beberapa kali menarget posisi militer pasukan rezim Al Saud di berbagai wilayah di Arab Saudi, bahkan jangkauan rudal tersebut mencapai dekat kota Riyadh dan membuat para pejabat rezim Al Saud khawatir.

 

Kegagalan pasukan agresor Arab Saudi untuk mencapai ambisi-ambisinya di Yaman telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pendukung perang proxy terhadap Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, masalah tersebut telah menyebabkan para pejabat AS secara eksplisit mengungkapkan posisi kemarahannya terhadap rakyat Yaman.

 

Bersamaan dengan itu, ruang intervensi militer dan gerakan militer AS di Yaman semakin memiliki dimensi yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa di balik perang proxy Arab Saudi terhadap Yaman, ada tujuan-tujuan konspiratif, di mana dengan kegagalan Arab Saudi, maka peta-peta jalan AS di Yaman hancur.

 

Melihat kondisi tersebut, AS merasa harus segera bertindak untuk memajukan kebijakan-kebijakannya di Yaman dan mencegah kegagalan antek-anteknya di kawasan terutama Arab Saudi. Dalam kerangka ini, pasukan khusus AS telah melakukan beberapa operasi militer di Privinsi al-Bayda, Abyan da Hadhramaut.

 

Masalah tersebut sangat jelas bagi opini publik dunia dan negara-negara Arab bahwa langkah-langkah AS itu dalam kerangka dukungan langsung dan logistik AS kepada Arab Saudi untuk melanjutkan agresinya ke Yaman.

 

Pada tingkat global, telah diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa AS, Inggris, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah sepakat untuk menduduki pantai barat Yaman. Tujuan kesepakatan ini adalah untuk mendominasi Selat strategis Bab El Mandeb dan mengontrol pasukan koalisi di Kota Pelabuhan, al-Hudaydah.

 

Bersamaan upaya tersebut, Abd Rabbuh Mansur Hadi, Presisden Yaman yang telah mengundurkan diri berusaha memajukan proyek untuk membagi wilayah Yaman sesuai dengan dikte dari para pejabat rezim Zionis Israel dan AS.

 

Pada saat yag sama, Arab Saudi mengejar  program ekspansionisnya di Yaman dengan berupaya merealisasikan rencana AS untuk membagi Yaman menjadi dua bagian: bagian utara dan selatan serta pembentukan pemerintahan federal yang tersusun dari beberapa suku, di mana hal ini akan melemahkan Yaman.

 

Dalam kondisi seperti itu, para analis politik menilai rencana AS untuk membagi Yaman menjadi beberapa negara bagian sebagai langkah untuk membagi negara Arab ini menjadi wilayah-wilayah kecil sehingga dengan mudah untuk diduduki dan dikontrol. Jika ambisi AS itu terwujud, maka ini berarti kehancuran bagi Yaman.

 

Upaya untuk membagi Yaman menjadi beberapa wilayah federal dilakukan ketika dalam beberapa tahun terakhir ini terungkap upaya serius pemerintah-pemerintah Barat yang dipimpin oleh AS untuk membagi negara-negara kawasan di bawah nama "Timur Tengah Baru."

 

Tujuan busuk tersebut  menjadi poros gerakan AS di kawasan termasuk di Yaman, oleh karena itu langkah-langkah Washington di Yaman menjadi hal yang sensitif bagi opini publik dan rakyat negara ini telah berulang kali mengumumkan kebencian dan penolakan mereka atas intervensi AS di Yaman. (RA)