Dubes Turki Akan Dipanggil Kemenlu Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i36364-dubes_turki_akan_dipanggil_kemenlu_irak
Kementerian Luar Negeri Irak akan memanggil Duta Besar Turki untuk Baghdad, guna menyampaikan protes tegas atas pernyataan terbaru Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang menyebut pasukan relawan rakyat Irak sebagai teroris.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 21, 2017 00:25 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Irak
    Kementerian Luar Negeri Irak

Kementerian Luar Negeri Irak akan memanggil Duta Besar Turki untuk Baghdad, guna menyampaikan protes tegas atas pernyataan terbaru Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang menyebut pasukan relawan rakyat Irak sebagai teroris.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (20/4/2017), juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed Gamal, menyebutkan bahwa Dubes Turki akan diberi surat protes resmi.

 

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Aljazeera yang bermarkas di Doha pada hari Rabu, Erdogan melabeli Unit Mobilisasi Rakyat Irak (Hashd al-Sha'bi) – sebagai kelompok teroris.

 

"Dalam pemberantasan Daesh di Irak ada sesuatu yang mencolok. Sangat menarik, parlemen Irak mengatakan bahwa Hashd al-Sha'bi bukanlah kelompok teror namun yang menarik adalah siapa yang berada di balik kelompok teror ini," kata Erdogan.

 

Juru bicara parlemen, Ahmed al-Assadi menilai klaim Erdogan mewakili "intervensi nyata" dalam urusan Irak dan "sebuah pelanggaran terhadap lembaga keamanan Irak" yang "diakui oleh parlemen dan negara."

 

Hashd al-Sha'bi dibentuk pasca munculnya Daesh di Irak pada tahun 2014. Di hari-hari awal kampanye teror Daesh, para relawan pejuang memainkan peran penting dalam memperkuat militer Irak, yang telah mengalami kemunduran berat dalam menghadapi gerakan maju anasir teroris Takfiri.

 

Saat ini, kelompok tersebut aktif bekerja sama dengan militer Irak dan menjadi sekutu dalam operasi berskala besar untuk membebaskan kota Mosul di utara, benteng terakhir Daesh yang tersisa di Irak.

 

Pada tanggal 26 November 2016, parlemen Irak mengakui Hashd al-Sha'bi sebagai pasukan resmi yang memiliki hak yang sama dengan tentara konvensional.

 

Awal bulan ini, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi juga mengatakan bahwa pasukan Hashd al-Sha'bi "membela kehormatan dan persatuan Irak" dan bahwa merupakan "tugas setiap orang" untuk mendukung mereka.(MZ)