Menyambung Dan Memutus Silaturrahim
-
Keluarga
Imam Baqir as berkata, “Silaturrahim membersihkan amal dan menolak bencana, memperbanyak harta kekayaan, memanjangkan umur, dan melapangkan rezeki dan menyebabkan dicintai. Untuk itu, bertakwalah kepada Allah dan lakukan lakukanlah silaturrahim. (Ushul Kafi, jili3, hal 223)
Di antara beragam ikatan yang ada di tengah-tengah masyarakat, ikatan keluarga memiliki kehormatan tersendiri. Imam Ali as berkata, “Hormatilah keluargamu. Karena mereka adalah sayap yang engkau bisa terbang dengannya, akar yang engkau bisa kembali dengannya dan tangan yang engkau bisa menyerang musuh dengannya.
Ikatan keluarga sedemikian kuatnya sehingga bila dari satu pihak terjadi pemutusan, maka yang lainnya wajib untuk menyambungnya.
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Keluarga saya telah mengambil keputusan untuk menyerang saya dan memutuskan hubungan dengan saya dan memusuhi saya. Apakah saya berhak untuk meninggalkan mereka?”
Rasulullah Saw bersabda, “Dalam kondisi demikian, maka Allah akan meninggalkan kalian semua.”
Dia berkata, “Lantas apa yang harus saya lakukan?”
Rasulullah Saw bersabda, “Sambunglah hubungan dengan siapa saja yang memutuskan hubungan denganmu, berilah sesuatu kepada siapa saja yang tidak mau memberikan sesuatu kepadamu. Maafkanlah siapa saja yang berbuat zalim terhadapmu. Karena bila engkau melakukan hal ini, maka Allah akan menolongmu atas mereka.” (Ushul Kafi, jili3, hal 221)
Pemutus Silaturrahim Tidak Akan Berhasil Melewati Shirat
Diriwayatkan dari Imam Baqir as bahwa Abu Dzar berkata, “Saya mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Shirat [jembatan yang berada di atas neraka Jahannam dan pada Hari Kiamat semuanya akan melewatinya] kedua sisinya terdiri dari rahim dan amanat. Ketika orang yang menyambung ikatan silaturrahim dan penjaga amanat melewatinya, maka dia akan berhasil menuju surga. Ketika pengkhianat amanat dan pemutus hubungan silaturrahim melewatinya, maka dengan dua dosa ini tidak akan memberikan keuntungan baginya dan shirat akan bergerak dan melemparkannya ke dalam api neraka.” (Ushul Kafi, jili3, hal 223)
Ayatullah Mirza Javad Ahgae Maliki Tabrizi menukil sebuah hadis di dalam buku Syariful Muraqibat, jilid 2, hal 54, dengan kandungan seperti ini; di malam Lailatul Qadr Allah tidak akan menolak doa siapapun kecuali doanya empat orang; orang yang durhaka kepada Allah, pemutus hubungan silaturrahim, pemabuk [minuman yang memabukkan] dan orang yang dalam hatinya ada permusuhan terhadap orang mukmin.
Memutuskan Silaturrahim Termasuk Dalam Barisan Syirik
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Amal apakah yang paling dibenci oleh Allah?”
Rasulullah Saw menjawab, “Syirik [menyekutukan Allah].”
Dia bertanya, “Setelah syirik, amal apakah yang paling dibenci oleh Allah?”
Rasulullah Saw bersabda, “Memutus silaturrahim.”
Lelaki itu bertanya lagi, “Memerintahkan kemungkaran dan melarang yang ma’ruf.” (Safinatul Bihar, jilid 1, hal 516)
Di antara hal-hal yang benar-benar diharamkan adalah memutuskan silaturrahim yang akibatnya selain azab di akhirat, di dunia juga akan menghadapi musibah. Dalam riwayat-riwayat yang ada dan berdasarkan pengalaman yang sudah dibuktikan, memutuskan hubungan silaturrahim menyebabkan kemiskinan, kegalauan dan umur yang pendek. Oleh karena itu, setiap keluarga yang terjadi kemunafikan di antara mereka dan saling terjadi permusuhan, semuanya tertimpa kemiskinan dan dalam waktu tidak lama, mereka akan mengalami kehancuran dan tamatlah kehidupan mereka. (Mi’raj Sa’adat, hal 379)
Lakukan Silaturrahim Di Antara Keluarga Tapi Jangan Hidup Bertetanggaan
Imam Ali as menulis surat untuk salah satu pejabatnya di salah satu daerah; Perintahkan keluargamu untuk saling melakukan silaturrahim, tapi jangan hidup bertetanggaan. Karena bertetanggaan menyebabkan kebencian dan hasut serta pemutusan silaturrahim.
Dan masalah ini bisa disaksikan. Sebagaimana yang kita lihat kebanyakan di kalangan masyarakat, begitu sesama keluarga hidup saling berjauhan, persaudaraan mereka dengan yang lainnya semakin kuat dan saling kangen-kangenan untuk segera ingin bertemu. Dalam pepatah juga disebutkan, “Kejauhan dan Persaudaraan”. (Mi’raj Sa’adat, hal 381)
Apa Itu Rahim?
Karena dalam ajaran Islam tidak disebutkan makna khusus tentang rahim, maka yang dimaksud adalah makna urf [kearifan lokal] yang secara mutlak bermakna kerabat yaitu keluarga dari ayah dan ibu meski dengan beberapa perantara, demikian juga keluarga dari anak.
Apakah itu Shilah
Shilah bermakna setiap pekerjaan yang di dalam urf [kearifan lokal] bisa menyambung. Meski dalam batas minimal seperti memulai mengucapkan salam atau menjawabnya dengan baik.
Syahid Tsani menjelaskan tentang tahapan silaturrahim. Tahapan yang paling besar adalah menyambung dengan jiwa dan banyak riwayat tentang masalah ini. Setelah itu menolak bahaya. Yakni bila ada bahaya mengancam keluarga, maka silaturrahim dilakukan dengan menolak bahaya itu. Kemudian memberikan manfaat kepada keluarga. Kemudian silaturrahim pada orang yang wajib diberi nafkah keluarga rahim seperti istrinya ayah dan istrinya saudara lelaki. Silaturrahim yang paling rendah adalah mengucapkan salam kepada keluarga rahim dan yang lebih rendah lagi adalah mengirimkan salam untuknya dan mendoakannya ketika tidak ada dan ketika ada.
Apa Yang Dimaksud Memutus Silaturrahim
Sebagaimana shilah adalah perkara urf [kearifan lokal] memutus silaturrahim juga secara urf bermakna setiap perilaku yang menunjukkan pemutusan hubungan, seperti tidak mengucapkan salam atau bermuka masam atau memalingkan wajah atau sikap tidak menghormati atau kurang ajar atau tidak menjawab surat saat bepergian, atau tidak mau tetamuan atau tidak mau menjenguk saat ada yang sakit atau balik dari bepergian.
Perlu diketahui bahwa sebagian orang beranggapan bahwa penekanan silaturrahim khusus bagi mereka yang memiliki kecukupan harta dan bisa membantu keluarganya, bukan untuk mereka yang tidak punya banyak harta dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang lainnya. Anggapan seperti ini adalah salah. Karena bila seseorang ingin melakukan silaturrahim, maka tidak perlu harus punya harta yang banyak sehingga bisa melakukan kewajibannya. Tapi karena tujuan silaturrahim adalah menyambung ikatan keluarga, agama Islam mengatakan, kewajiban ini bisa dilakukan meski hanya memberi satu teguk air dan tidak mengganggu mereka dan hanya cukup dengan mengucapkan salam. Sehingga bisa mendapatkan pahala yang ditetapkan oleh Allah untuk silaturrahim. (Akhlak Amali, hal 548) (Haj Yadullah Behtash) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Hak Keluarga