Amir Abdollahian: Arab Saudi Bagian Utama Masalah Regional
-
konflik Arab Saudi-Qatar
Assisten khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk urusan, Hossein Amir Abdollahian menyatakan, menjaga hubungan logis dan memperkokoh persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara tetangga, merupakan prinsip utama Republik Islam Iran.
Amir Abdollahian pada Senin (5/6/2017) menyinggung pemutusan hubungan sejumlah negara Arab dengan Qatar dan menulis, “Politik kesukuan, sektarian, diplomasi dolar dan strategi ekspor pemikiran Wahabi oleh rezim Al-Saud dan segelintir sekutunya ke seluruh penjuru dunia, membuat wilayah dan dunia Islam terancam perpecahan, perselisihan, radikalisme dan terorisme Takfiri.”
“Para penguasa Arab Saudi saat ini dalam kondisi buruk, bukan hanya tidak mampu menyelesaikan masalah di dalam Dewan Kerjasama Teluk Persia, bahkan menjadi faktor utama masalah di kawasan,” katanya.
Dijelaskannya, para pejabat Saudi keliru mengandalkan pihak, diplomasi pemutusan hubungan politik, politik keamanan dna militer, janji-janji petrodolar, agresi militer ke negara-negara tetangga dan penguatan mentalitas penyebaran terorisme di kawasa, [semuanya] untuk menyelesaikan masalah persekutuan politik-keaman Tel Aviv-Riyadh.
Pejabat senior Iran ini menegaskan, Tehran menilai penyelesaian masalah regional adalah penghentian pemanfaatan terorisme sebagai sarana dan juga dialog langsung serta berkesinambungan dengan penghormatan timbal balik.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada Senin (5/6/2017) memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Negara-negara tersebut menuding Qatar mendukung terorisme, mengintervensi hubungan negara-negara Arab, mengancam keamanan nasional dan melindungi para teroris.(MZ)