Ketakutan Israel Jelang Hari Quds Sedunia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i39730-ketakutan_israel_jelang_hari_quds_sedunia
Gelombang baru intifadha Palestina yang semakin tinggi menjelang peringatan "Hari Quds Sedunia" memicu kekhawatiran para pejabat rezim Zionis.
(last modified 2025-11-30T09:45:39+00:00 )
Jun 19, 2017 10:52 Asia/Jakarta

Gelombang baru intifadha Palestina yang semakin tinggi menjelang peringatan "Hari Quds Sedunia" memicu kekhawatiran para pejabat rezim Zionis.

Meskipun rezim Zionis telah menjalankan kebijakan detruktifnya untuk memberangus aksi protes orang-orang Palestina, tapi fakta di lapangan menunjukkan intifadha Quds semakin meningkat. Peringatan hari Quds sedunia yang jatuh Jumat pekan ini, 23 Juni 2017, meniupkan spirit baru bagi para pejuang Palestina. 

Kondisi tersebut berlangsung di saat rezim Zionis yang didukung AS semakin gencar melancarkan berbagai skenario untuk menguasai Baitul Maqdis secara total. Oleh karena itu, bangsa Palestina sangat menanti dukungan dari publik dunia, terutama dari umat Islam, dan negara-negara Muslim. Tapi ironisnya, ketika AS yang berada di bawah kepemimpinan Donald Trump menyatakan dukungan penuhnya terhadap Israel, termasuk dengan menggulirkan rencana pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, penguasa sebagian negara Arab justru meluncurkan prakarsa kompromis dengan rezim Zionis, dan sebaliknya mereka mengambil sikap berseberangan dengan perjuangan bangsa Palestina.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian penguasa Arab yang di permukaan tampil seolah mendukung Palestina, tapi kenyataannya yang mereka lakukan justru sebaliknya. Akibat sepak terjang mereka, kondisi Palestina, terutama masa depan Baitul Maqdis semakin terancam, dan menghadapi berbagai marabahaya. Menghadapi situasi demikian, bangsa Palestina tidak memiliki opsi lain, kecuali gerakan perlawanan, dan melanjutkan aksi intifadha yang terbukti memberikan hasil signifikan selama ini.

Gerakan intifadha pertama dilancarkan pada tahun 1987. Kemudian dilanjutkan dengan intifadha kedua di tahun 2000. Gelombang ketiga intifadha Palestina yang dikenal dengan intifadha Quds dimulai sejak Oktober 2015. Masalah ini menunjukkan perjuangan membebaskan Palestina, terutama Baitul Maqdis dari cengkeraman rezim Zionis menjadi cita-cita bangsa Palestina  yang terus dilanjutkan hingga tercapai.

Penetapan Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan sebagai hari Quds Sedunia yang merupakan inisitif Imam Khomeini sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Inisiatif yang keluar dari tokoh besar dunia Islam mengenai al-Quds dan Palestina menegaskan bahwa bangsa Palestina tidak sendirian dalam menghadapi rezim Zionis yang didukung kekuatan barat, terutama AS. Tapi bangsa-bangsa Muslim dan publik dunia hadir bersama mereka mendukung pembebasan Baitul Maqdis dari pengaruh Israel dan sekutunya.

Instruksi langsung pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini memgenai penetapan Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan sebagai "Hari Quds Sedunia" di awal Agustus 1979 tidak hanya terbatas pada lingkup Iran saja. Sebab kini, peringatan hari Quds sedunia dilakukan setiap tahun oleh berbagai negara dunia dengan tingkat resonansi yang semakin bergema setiap tahunnya. Terobosan besar yang dicanangkan Imam Khomeini tersebut terbukti telah memantik gerakan intifadha Palestina, dan berpengaruh besar dalam gerakan perjuangan Palestina. Oleh karena itu, inisiatif Imam Khomeini ini terus menjadi perhatian publik dunia.

Bola salju dukungan publik internasional terhadap Palestina yang terus menggelinding di berbagai negara dunia menjadikan posisi rezim Zionis semakin terkucil di arena internasional. Kini, masyarakat dunia dari lima benua di hari Quds menyuarakan dukungan dan pembelaannya terhadap Palestina, dan penentangan mereka terhadap Israel. Dimensi lebih luas dari hari Quds Sedunia adalah terbongkarnya dukungan negara-negara Barat dan Arab terhadap rezim Zionis yang selama ini cenderung ditutup-tutupi. Rakyat di negara-negara Barat mengkritik pemerintahan mereka yang mendukung Israel.

Sebagian analis politik menilai inisiatif hari Quds sedunia yang dicanangkan Imam Khomeini lebih dari tiga dekade silam menyulut banjir dukungan masyarakat dunia terhadap bangsa Palestina, dan mereka menyebutnya sebagai "Intifadha Global". Hari Quds sedunia bukan hanya diperingati oleh umat Islam saja, tapi juga penganut agama lain dan pejuang kebebasan dan keadilan di dunia. 

Peringatan hari Quds Sedunia juga digelar di berbagai negara Barat, termasuk Inggris. Terkait hal ini, Masoud Shajara, ketua komisi HAM Islam yang berbasis di Inggris menyinggung urgensi pawai besar Hari Quds Sedunia sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap bangsa tertindas Palestina, dan menegaskan berlanjutnya peringatan hari Quds sedunia di Inggris. Masoud Shajara dalam wawancara dengan IRNA mengatakan, Pawai akbar hari Quds digelar di Inggris pada awalnya untuk mengikuti fatwa Imam Khomeini, dan terus berlanjut setiap tahun. Kini, acara tersebut menjadi agenda tahunan di Inggris.