Pusat HAM Palestina Peringatkan Kondisi Kemanusiaan di Gaza
-
Pasien Palestina.
Pusat Hak Asasi Manusi Palestina memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza menyusul berlanjutnya blokade komprehensif rezim Zionis Israel dan larangan keluar masuknya penduduk Palestina di wilayah ini.
Seperti dilaporkan Pusat Infomasi Palestina, Pusat HAM Palestina dalam pernyataan pada Senin (19/6/2017) mengumumkan bahwa lebih dari 95 persen penduduk Gaza tidak diizinkan pergi ke Tepi Barat atau sebaliknya.
Disebutkan pula bahwa penyeberangan Rafah selama lebih dari tiga bulan ini ditutup dan lebih dari 30.000 orang menunggu pembukaan kembali penyeberangan ini, di mana sebagian besar dari mereka adalah pasien yang tidak bisa diobati di rumah sakit Gaza.
Di sisi lain, Ashraf al-Qudra, juru bicara Pusat Gawat Darurat Gaza mengatakan, lebih dari 1.500 pasien di Gaza sangat memerlukan perawatan kesehatan di Tepi Barat, namun Otorita Ramallah menolak pemindahan pasien-pasien tersebut.
Sejak tahun 2007, Israel memblokade Gaza dari darat, laut dan udara dan melarang masuknya bahan-bahan pokok termasuk bahan bakar dan obat-obatan ke wilayah yang berpenduduk lebih dari 1,7 juta jiwa ini.
Sejak peningkatan blokade tersebut, ratusan pasien Palestina meninggal dunia karena kekurangan obat-obatan dan pelarangan pemindahan mereka ke rumah sakit di luar Gaza. (RA)