Abadi: Mosul Akan Dibebaskan dalam Hitungan Hari
-
Haider Al-Abadi
Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi menyatakan, pasukan Irak akan sepenuhnya merebut kota Mosul, ibukota de facto kelompok teroris Takfiri Daesh, dalam beberapa hari mendatang.
"Ini hanya hitungan hari dan kami akan mengumumkan pembebasan total Mosul," demikian dilaporkan Al-Sumaria mengutip pernyataan Abadi pada Kamis (22/6/2017).
Hal itu dikemukakan Abadi di saat pertempuran sengit sedang berlangsung antara pasukan Irak dan teroris Daesh di Kota Tua Mosul yang bersejarah dan padat penduduk.
Pada Rabu, anasir teroris Daesh meledakkan menara Hadba (Bungkuk), peninggalan bersejarah abad ke-12 di Masjid Agung Al-Nuri, tempat gembong Daesh, Abu Bakr Al-Baghdadi mengumumkan rezim "khilafah" Takfiri pada tahun 2014.
Abadi menekankan bahwa penghancuran Masjid Agung Al-Nuri itu merupakan pengakuan para teroris bahwa mereka telah kalah dalam pertempuran di Mosul.
"Pemboman Daesh terhadap menara Hadba dan Masjid Al-Nuri merupakan deklarasi resmi kekalahan mereka," katanya.
Selain itu, Brigadir Jenderal Falah Fadel al-Obeidi, Panglima Pasukan Elit Kontra Terorisme Irak kepada AFP mengatakan bahwa penghancuran Masjid Al-Nuri itu merupakan upaya para teroris "untuk menutupi kekalahan besar mereka di media, namun media dan rakyat justru menyaksikan kemenangan pasukan Irak dan runtuhnya Daesh."
Pasukan Irak dan relawan rakyat menggelar operasi besar untuk merebut kembali kota tersebut sejak Oktober 2016. Mereka menguasai Mosul timur pada bulan Januari dan melancarkan pertempuran di barat pada bulan Februari.
Operasi pembebasan Mosul membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan mengingat para anasir Takfiri menggunakan jebakan bom, penembak jitu, dan serangan mortir untuk memperlambat kemajuan pasukan Irak.
Diperkirakan 800.000 warga sipil meninggalkan Mosul, namun lebih dari 100.000 warga sipil masih terjebak dalam kondisi mengerikan di wilayah yang diduduki Daesh.(MZ)