Irak Harus Waspadi Makar Pasca Pemberantasan Daesh
-
Nouri Al-Maliki
Wakil Presiden Irak, Nouri Al-Maliki, memperingatkan makar baru pasca pemberantasan kelompok teroris Takfiri Daesh di Irak dan ancaman bipolarisasi kelompok politik di negara ini.
Alalam melaporkan, Al-Maliki pada Sabtu (24/6/2017) memperingatkan upaya sejumlah pihak menciptakan gejolak dalam proses politik dengan menciptakan perpecahan serta bipolarisasi politik dan sosial.
Ditambahkannya bahwa inisiatif asing dengan alasan menyelesaikan friksi di dalam negeri, sama sekali tidak akan menguntungkan negara Irak.
Menyinggung makar musuh persatuan Irak, Al-Maliki mengatakan, solusi friksi di Irak hanya dapat ditemukan di dalam negeri.
Sebelumnya, Fuad Masum, Presiden Irak, meminta seluruh elemen politik negara ini untuk berusaha mewujudkan prinsip dialog dan bahwa solusi friksi internal negara ini dapat diupayakan melalui komitmen terhadap Undang-Undang Dasar.
Di lain pihak, Sayid Ammar Hakim, Ketua Koalisi Nasional Irak juga memperingatkan terjadinya perang lunak, pasca pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Daesh.
Operasi pembebasan kota Mosul, di pusat provinsi Nainawa, utara Irak, dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh, akan segera berakhir. Mosul diduduki Daesh sejak musim panas 2014.(MZ)