Berakhirnya Mimpi Khilafah Daesh di Mosul
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40290-berakhirnya_mimpi_khilafah_daesh_di_mosul
Televisi nasional Irak mengkonfirmasikan musnahnya Daesh di Mosul. Berita menggembirakan ini menjadi titik final kekhilafahan Daesh di Mosul dan makar yang digulirkan pada Juni 2014 dengan kerjasama partai terlarang Baats serta pihak-pihak yang tidak menginginkan Irak independen.
(last modified 2026-02-01T17:53:24+00:00 )
Jun 30, 2017 17:57 Asia/Jakarta

Televisi nasional Irak mengkonfirmasikan musnahnya Daesh di Mosul. Berita menggembirakan ini menjadi titik final kekhilafahan Daesh di Mosul dan makar yang digulirkan pada Juni 2014 dengan kerjasama partai terlarang Baats serta pihak-pihak yang tidak menginginkan Irak independen.

Menyusul kontrol Masjid Jami al-Nuri di Mosul barat, Kementerian Pertahanan Irak menyatakan, tidak ada tempat yang tersisa di Mosul untuk Daesh. Panglima Operasi Pembebasan Mosul, Jenderal Abdul Amir Rasheed Yarallah mengatakan, pasukan elit kontra-terorisme Irak pada Kamis (29/6/2017) telah menguasi Masjid Jami al-Nuri yang telah rusak.

Sepekan lalu, masjid itu diledakkan Daesh bersamaan dengan gerakan maju pasukan Irak menuju jantung Mosul barat. Kekalahan Daesh di Masjid al-Nuri yang berusia 850 tahun itu merupakan kemenangan bersejarah dan kesuksesan istimewa bagi pasukan Irak. Jenderal Yahya Rasul, jubir militer Irak menyatakan, menyusul kontrol Masjid Jami al-Nuri, maka ilusi rezim kekhilafahan Daesh juga runtuh.

Abu Bakr al-Baghdadi, gembong kelompok teroris Takfiri Daesh, pasca pendudukan Mosul pada Juni 2014, berkhutbah dan mengumumkan kekhilafahan Daesh di masjid tersebut. Majid al-Nuri bagi Daesh adalah simbul kekuatan dan memiliki posisi sangat penting. Meski berkhirnya Desh di Mosul bukan berarti pembebasan semua wilayah di kota tua Mosul, akan tetapi Daesh sudah kehilangan kekompakan dan formasi perangnya. Tersisa kurang dari 200 anasir Daesh di beberapa wilayah kota tua Mosul yang telah dikepung pasukan keamanan.

Kemenangan para pejuang Irak di Mosul merupakan manifestasi tekad mereka yang dalam kurang dari sembilan bulan, mampu mengakhiri petualangan dan brutalitas Daesh yang telah hadir selama tiga tahun di negara itu.

Peran ulama Irak dalam proses keruntuhan ilusi khilafah Daesh juga sangat determinan. Fatwa Ayatullah Sistani, marji taklid Syiah Irak, dalam membentuk pasukan relawan rakyat atau Hashd al-Shaabi, melipatgandakan kekuatan militer negara ini dalam memerangi Daesh. Pengerahan kekuatan rakyat dalam pemberantasan Daesh, menjadi pengalaman sukses dan historis bagi Irak.

Kini, Hashd al-Shaabi telah menjadi pasukan strategis di Irak. Pengaruh pasukan ini sedemikian nyata sehingga memancing upaya keras dari pihak-pihak asing untuk menyingkirkan kekuatan baru itu dari kancah keamanan Irak. Akan tetapi, Hashd al-Shaabi mendapat dukungan luas dari rakyat Irak di medan perang dan yang terpenting adalah sikap pemerintah pusat Baghdad yang menolak intervensi dan tekanan asing untuk membubarkan kekuatan baru Irak ini.

Sekarang setelah runtuhnya mimpi khilafah Daesh di Mosul, semakin terbukti nyata kebenaran dan kekuatan Hahsd al-Shaabi bagi semua kelompok politik Irak, serta bagi para musuh Irak yang mengklaim memerangi terorisme hanya secara verbal saja.

Berakhirnya khilafah Daesh di Mosul menunjukkan solidaritas, persatuan dan kepedulan rakyat Irak dalam program pemberantasan terorisme. Keberhasilan dan kemenangan bersejarah Irak di Mosul, bukan kemenangan berdimensi tunggal. Karena selain Irak, berita itu juga menggemberikan bangsa-bangsa lain di dunia yang  mengalami kerugian akibat Daesh. 

Pengalaman Irak dalam hal ini dapat dijadikan contoh dalam pemberantasan terorisme sejati dan jujur di berbagai belahan dunia.(MZ)